Sumenep (beritajatim.com) – Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menjenguk empat korban Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang tengah dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemkab kepada para korban. Selain itu, kami juga ingin memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhannya,” kata Imam Hasyim, Senin (3/8/2026).
Imam menjelaskan, pihaknya berkomitmen agar warga yang menjadi korban mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalani perawatan di rumah sakit di Sumenep. Keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah daerah.
“Kami memantau langsung perkembangan kondisi para korban, sebagai wujud hadirnya pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ucapnya.
Ia menyatakan, pemerintah daerah terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh instansi terkait dalam upaya penanganan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang belum ditemukan hingga saat ini.
“Seluruh instansi terkait tetap melakukan proses pencarian dan penanganan korban KMP Mutiara Sentosa 2 secara optimal. Seluruh upaya kami lakukan agar membuahkan hasil yang terbaik,” tandasnya.
Saat di RSI Kalianget, Imam Hasyim menyapa satu per satu korban dan berdialog dengan mereka. Imam juga memberikan semangat agar tetap tabah serta mendoakan mereka segera pulih kembali.
Selain menemui para korban, Wakil Bupati berdialog dengan jajaran rumah sakit dan tenaga kesehatan mengenai perkembangan kondisi pasien, termasuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara cepat, tepat, dan profesional.
Pada Senin dini hari, ada 10 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dievakuasi melalui Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Sembilan penumpang dievakuasi menggunakan Kapal SAR Permadi 249 milik Basarnas Jawa Timur, sedangkan satu penumpang dievakuasi menggunakan kapal nelayan yang melintas di lokasi kejadian.
Dari 10 penumpang tersebut, enam di antaranya dalam kondisi sehat dan langsung dibawa ke Posko Terpusat di Surabaya melalui jalur darat. Sedangkan empat lainnya dirawat di RSI Kalianget. (tem/kun)




