jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) tentu punya misi mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketika berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, kata dia, rakyat NTT tidak menangkap misi mendongkrak elektabilitas ketika ayah dari Ketum PSI Kaesang Pangarep itu datang ke NTT.
BACA JUGA: Adi Prayitno Sebut Jokowi Aktif Berpolitik demi Menjaga Relevansi Gibran dan PSI
Hal demikian dikatakan Andreas saat ditanya awak media soal kunjungan Jokowi ke beberapa daerah, termasuk NTT.
"Bagi rakyat NTT tidak jelas misinya, malah justru memecah belah rakyat di akar rumput soal Jokowi yang masih suka main raja-rajaan," kata legislator DPR RI itu melalui layanan pesan, Senin (3/8).
BACA JUGA: Dagelan Politik Jokowi di Panggung Raja-Rajaan
Andreas merasa Jokowi mengalami gejala orang yang masih merasa punya kuasa dengan bersafari ke beberapa daerah.
"Tampak, gejala post power syndrome pada figur ini," katanya.
BACA JUGA: Jokowi Terima Gelar Saat Safari ke Daerah, Analis: Bagian dari Konsolidasi Politik Terencana
Dia mengatakan Jokowi saat ini sampai harus datang ke kerumunan dan membuat acara meski menabrak tradisi.
"Tidak ada manfaatnya untuk rakyat, kecuali untuk membuat kerumunan semu, raja-rajaan semu untuk Jokowi," ungkap Andreas.
Andreas menilai masyarakat NTT sudah cukup cerdas dan elektabilitas PSI tak akan terdongkrak begitu saja setelah kunjungan Jokowi.
"Bagi masyarakat, saya kira masyarakat NTT cukup cerdas untuk melihat mana perilaku yang genuine dan mana perilaku penuh rekayasa hanya untuk kepentingan berkuasa dan kembali berkuasa," katanya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Uji Kesaktian, Pertaruhan Bawa PSI Melenggang ke Senayan
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




