Dukung Pendidikan Anak Pelosok, Beasiswa Tahfidz Quran Disalurkan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Darunnajah menyalurkan beasiswa tahfidz atau penghafal Al-Qur'an sebesar Rp720 juta melalui program "Masa Depan Gemilang Indonesia". Penyaluran bantuan pendidikan ini bertujuan membantu pemerintah dalam mencetak dan membentuk Generasi Emas 2045.

"Program Masa Depan Gemilang Indonesia bukan sekadar penyaluran dana amal, melainkan sebuah investasi peradaban,” kata General Manager Laznas Darunnajah, Rinaldi Permana Putra, di Jakarta, dikutip melalui keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.
 

Baca Juga :

Baznas Ajak Umat Mempererat Persatuan Melalui Gerakan Zakat

Rinaldi menjelaskan, program tersebut dirancang secara khusus sebagai wujud nyata dukungan terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu, khususnya yang berada di daerah pelosok. Langkah ini selaras dengan visi besar bangsa dalam menyongsong persiapan Generasi Emas Indonesia pada 2045. 

Melalui pendidikan berkualitas dan pembinaan karakter tahfidz, anak-anak marjinal diharapkan mampu menjadi pemimpin serta pembawa perubahan positif di masa depan. Hingga saat ini, jejak kebaikan Laznas Darunnajah di sektor pendidikan telah memberikan dampak luas ke berbagai pelosok negeri.

“Kami mencatat lebih dari 5.000 anak dari berbagai penjuru daerah yang telah dibiayai pendidikannya melalui dana umat yang dikelola secara amanah dan profesional,” ujar Rinaldi.

Ia menambahkan, anak-anak pelosok yang memiliki keterbatasan ekonomi sebenarnya menyimpan potensi besar. Dengan dukungan pendidikan yang berlandaskan Al-Qur'an, pihaknya optimistis dapat menyiapkan pilar-pilar tangguh untuk menyambut Indonesia Emas 2045.


Laznas Darunnajah menyalurkan beasiswa tahfidz atau penghafal Al Quran sebesar Rp720 juta lewat program “Masa Depan Gemilang Indonesia". Foto: Laznas Darunnajah.

Sementara itu, Manager Penyaluran dan Pemberdayaan Laznas Darunnajah, Gymnastiar Azis, menyampaikan bahwa dana Rp720 juta tersebut disalurkan secara terukur dan berkelanjutan agar para santri dapat fokus menyelesaikan hafalan Al-Qur'an sekaligus menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan dukungan penuh para donatur, program ini diharapkan terus meluas guna melahirkan lebih banyak penghafal Al-Qur'an yang cerdas dan mandiri.

"Alhamdulillah, kami terus blusukan menyisir wilayah pelosok yang benar-benar membutuhkan intervensi pemberdayaan dan bantuan pendidikan,” tutur Gymnastiar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri: NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintahan, Termasuk Untuk Penyaluran Bansos
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Setelah Prabowo Bertemu Pengusaha, Lalu Apa?
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Jadi Pengendali Tunggal BCA, Berapa Kekayaan Robert Budi Hartono?
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
BPS kaitkan kenaikan TPK hotel bintang dengan kualitas wisman
• 21 menit laluantaranews.com
thumb
PM Thailand Anutin Tawarkan Prabowo 36 Rantis Amfibi untuk Marinir TNI
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.