Tega Tetangga di Cakung: Rampok Nenek hingga Lakban Muka Korban

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Seorang lansia bernama Hartati (61) menjadi korban perampokan saat sedang menunaikan salat Zuhur di rumahnya di Kampung Pisangan, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/8). Pelaku merupakan tetangga korban sendiri, Mahrum, yang berhasil ditangkap polisi beberapa jam setelah kejadian.

Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika Hartati sedang salat seorang diri di rumah. Saat salam pertama, ia melihat seseorang masuk melalui pintu samping rumah yang tidak tertutup rapat.

Awalnya, Hartati mengira yang datang adalah anaknya.

"Pas sudah salam pertama, saya lihat ada sekelebat kaki masuk ke dalam. Saya sempat bilang, 'Siapa tuh? Biyo apa abang?' Soalnya kalau anak pasti nyaut," kata Hartati kepada kumparan, Senin (3/8).

Namun, orang yang masuk ternyata Mahrum, tetangganya sendiri. Pelaku langsung menghampiri korban, mendorongnya ke kamar, lalu menodongkan senjata tajam.

Dilakban dan Diancam Dibunuh

Di dalam kamar, pelaku melakban mulut, tangan, hingga kaki korban sambil mengancam akan membunuhnya bila berteriak.

"Jangan teriak. Diam. Gue baru keluar dari penjara. Kalau teriak gue bunuh sekalian. Gue ngelakuin ini buat ngasih makan anak bini," tutur Hartati menirukan ucapan pelaku.

Meski berada dalam ancaman, Hartati mengaku sempat menasihati pelaku.

"Saya bilang, 'Abang kan baru keluar dari penjara, harusnya banyak-banyak istighfar. Masa ngasih makan anak bini caranya begini, dari uang haram'," ujarnya.

Pelaku kemudian mengambil telepon genggam milik korban, uang tunai Rp600 ribu, serta sepasang anting yang masih dikenakan Hartati.

"'Keluarin uangnya semua,' katanya. Saya kasih dompet, tapi dia ambil uangnya saja. Uangnya Rp600 ribu," kata Hartati.

Korban juga mengaku telinga kirinya masih terasa sakit karena anting tersebut dilepas secara paksa.

Sebelum kabur, pelaku kembali mendorong Hartati ke kamar dan melakban kedua kakinya.

"Dia balik lagi, dorong saya masuk sambil bilang, 'Masuk, masuk, gue bunuh lu ya'," tutur Hartati.

Loncat-loncat ke Dapur Potong Lakban

Setelah pelaku pergi, Hartati berusaha membebaskan diri. Karena kedua kakinya masih terikat lakban, ia meloncat menuju dapur untuk mengambil pisau.

"Namanya kaki dilakban, akhirnya saya loncat-loncat. Di dapur ada pisau, saya potong aja lakbannya, terus buru-buru keluar langsung ke Pak RT minta tolong," ujarnya.

Hartati sengaja tidak melepas lakban yang masih menempel di wajahnya maupun mukena yang dikenakannya agar dapat dijadikan barang bukti.

"Masih keadaan pakai mukena. Saya enggak lepas biar jadi barang bukti kalau saya memang habis dirampok," katanya.

Sesampainya di rumah Ketua RT, Hartati langsung meminta pertolongan.

"Pak RT tolong pak, saya habis kerampokan. Saya dirampok."

Diantar Warga ke Polsek Masih Pakai Mukena

Karena Ketua RT belum bisa mendampingi, tiga warga mengantar Hartati ke Polsek Cakung menggunakan sepeda motor.

Salah seorang warga, Alif (17), mengaku awalnya tidak menyadari perempuan yang berlari meminta tolong itu adalah Hartati.

"Pertama saya lihat ibu-ibu jalan cepat, enggak nyadar kalau itu ibu-ibu nasi uduk," ujar Alif.

Setelah mengetahui korban dirampok, Alif bersama dua rekannya langsung mengantar Hartati ke kantor polisi.

"Kita bertiga yang antar. Saya, Mas Imam sama Ava. Saya bonceng ibu, teman saya naik motor satu lagi," katanya.

Hartati pun tiba di Polsek Cakung masih mengenakan mukena dengan lakban yang melilit wajahnya.

"Naik motor sampai ke kantor polisi pakai mukena, masih ada lilitan lakban. Memang itu faktanya," ujar Hartati.

Pelaku Ditangkap Saat Tidur di Rumah

Usai menerima laporan, polisi bergerak menuju rumah pelaku yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.

Hartati mengatakan polisi sempat memastikan lokasi rumah pelaku sebelum melakukan penangkapan.

"Polisi tanya dari rumah ibu ke rumah pelaku jauh apa dekat. Saya bilang tetangga, paling sekitar 50 meter. Saya RT 1, dia RT 2," katanya.

Saat didatangi polisi, pelaku disebut sedang tertidur bersama keluarganya.

"Pas didatangi ke sana dia lagi tidur, lagi tidur pulas, polisi datang tuh," ujar Hartati.

Alif yang ikut kembali ke lokasi mengatakan ada warga yang memberi tahu polisi bahwa pelaku berada di rumah.

"Ada yang nyeletuk, 'Pak, pelakunya ada di rumah itu.' Habis itu pada ke rumah pelakunya. Benar, ada di rumah," katanya.

Setelah diamankan, Hartati kembali dipanggil ke Polsek Cakung dan sempat berhadapan langsung dengan pelaku.

"Saya khilaf Pak, saya khilaf. Baru sekali ini saya khilaf," kata Hartati menirukan ucapan pelaku.

Polisi Sita Barang Bukti

Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra mengatakan pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti hasil kejahatan.

"Korban mengaku bahwa barang yang telah diambil pelaku antara lain uang sebesar Rp600 ribu, anting satu pasang seberat satu gram dan HP merek Samsung A07," kata Andre.

Menurut Andre, pelaku sempat mengancam korban menggunakan golok sebelum melakban mulut, tangan, dan kaki korban.

"Kemudian pelaku mengancam korban dengan menggunakan sajam jenis golok dan korban tidak boleh berteriak, selanjutnya pelaku melakban mulut, kedua tangan dan kaki korban," ujarnya.

Polisi masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa korban, saksi, dan pelaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 3-0 di Piala AFF 2026
• 4 jam laluharianfajar
thumb
NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintah
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kopilot Malaysia Kurir Ekstasi Hendak Lewati Fast Track, tapi Dicegat Bea Cukai
• 23 jam laludetik.com
thumb
Mengapa Stasiun KA Pertama Ada di Sekitar Semarang Tapi Bengkel Pertama di Madiun
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Cek 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling Jadetabek 4 Agustus 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.