Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penyumbang terbesar belanja negara sepanjang 2026. Baru berjalan sekitar enam bulan, program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu telah menyerap anggaran hingga ratusan triliun rupiah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan MBG telah menyerap anggaran sebesar Rp101,1 triliun hingga akhir Juli 2026. Dana tersebut telah disalurkan kepada 63,13 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
Dalam Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026), Purbaya menjelaskan realisasi belanja negara hingga Juli 2026 mencapai Rp1.656 triliun, atau tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, kenaikan tersebut didorong oleh percepatan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), hingga subsidi serta kompensasi energi.
Baca Juga: Ada Kerusuhan di Agustus? Mabes Polri Bilang Gini soal Mal Pasang Pagar Tinggi
Purbaya mengatakan langkah percepatan belanja itu sengaja dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Selain MBG, pemerintah juga mengalokasikan anggaran besar untuk sektor pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. Hingga Juli 2026, program tersebut telah menyerap Rp13,1 triliun untuk pembangunan 104 sekolah permanen sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi perlindungan sosial, sejumlah program bantuan juga terus berjalan. Realisasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai Rp14,5 triliun, Program Kartu Sembako sebesar Rp19,7 triliun, sedangkan Program Indonesia Pintar (PIP) telah menyerap Rp8,8 triliun.
Purbaya menegaskan pemerintah akan terus mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat, mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, langkah tersebut juga diperkuat melalui berbagai stimulus ekonomi, seperti pemberian insentif perpajakan bagi dunia usaha, diskon transportasi pada masa libur, hingga penguatan program magang dan vokasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.





