IHSG Menguat Ditopang Kinerja Emiten dan Membaiknya Data Ekonomi Indonesia

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Arsip - Pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026), didorong laporan kinerja keuangan emiten periode kuartal II-2026 yang masih solid serta membaiknya sejumlah indikator ekonomi domestik.

IHSG naik 20,28 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.254,78. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 menguat 2,27 poin atau 0,36 persen ke level 626,20.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini.

"Diperkirakan IHSG masih berpotensi rebound dan menguji resistance di level 6.250-6.300," ujar Ratna dalam kajiannya, Selasa, dikutip dari Antara.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Pasar Cermati Sikap The Fed dan Penundaan Penerbitan Obligasi Danantara

Sentimen positif bagi pasar saham domestik datang dari mulai dirilisnya laporan keuangan emiten untuk periode kuartal II-2026 atau semester I-2026.

Secara umum, fundamental emiten di pasar modal Indonesia masih menunjukkan kondisi yang solid, terutama pada sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi.

Kinerja tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang optimisme investor terhadap prospek pasar saham di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain laporan keuangan emiten, data ekonomi domestik juga menunjukkan perbaikan.

Indeks PMI (Purchasing Managers' Index) Manufaktur Indonesia meningkat ke level 50,2 pada Juli 2026, naik dari 46,9 pada Juni 2026. 

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak Februari 2026 sekaligus menandai kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi.

Ratna menjelaskan output produksi kembali mengalami kenaikan setelah selama empat bulan berturut-turut mengalami pelemahan, meski peningkatannya masih relatif terbatas.

Neraca Dagang Membaik, Inflasi Melandai

Baca Juga: Kondisi Rupiah dan IHSG usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI

Di sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan defisit sebesar 450 juta dolar AS pada Juni 2026. 

Meski demikian, angka tersebut membaik dibandingkan defisit 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • kinerja emiten
  • inflasi Indonesia
  • pasar saham Indonesia
  • bursa
  • IHSG
  • IHSG hari ini
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TPS Liar yang Terbakar di Kramat Jati Jaktim Akan Dijadikan Waduk
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dan Makna yang Bergeser
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Waskita (WSKT) Bangun 5 Sekolah Rakyat di Jatim Senilai Rp1,16 Triliun
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia-Thailand Bentuk Komisi Perdagangan, Bidik Nilai Dagang 20 Miliar Dollar AS
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Mahasiswa FEB USU Diberhentikan Buntut Dugaan Pelecehan Seksual
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.