54 Juta Peserta Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Luncurkan Program Cicil Iuran JKN Harian

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

BPJS Kesehatna ungkap 54 juta peserta JKN tidak aktif. Sehingga diluncurkan program Nadi untuk membantu peserta cicil iuran JKN secara harian.

54 Juta Peserta Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Luncurkan Program Cicil Iuran JKN Harian. (Foto: Danandaya Arya Putra/iNews Media Group)

IDXChannel - Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkap sebayak 54 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berstatus tidak aktif. Padahal bila peserta yang tidak aktif tersebut kembali membayar iuran, BPJS Kesehatan akan memperoleh tambahan dana sekitar Rp2 triliun setiap bulan.

Hal tersebut disampaikan Prihati usai meluncurkan program Nadi JKN (Menabung Demi Iuran JKN Nadi JKN) di kantor pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Selasa (4/8/2026). Adapun program ini untuk memudahkan peserta BPJS Kesehatan mempersiapkan pembayaran iuran secara lebih ringan dan terencana.

Baca Juga:
BPJS Kesehatan Kantongi Pendapatan Iuran JKN Rp176,11 Triliun di 2026

"BPJS sekarang anggotanya sudah 285 juta jiwa, tetapi sayangnya sebesar 54 juta masih belum aktif atau tidak aktif, dan ini kalau kita bayangkan, yang 54 juta ini membayar, kita mendapatkan dana Rp2 triliun tiap bulan untuk mereka yang tidak aktif," kata Prihati kepada wartawan.

Lebih lanjut, Prihati menjelaskan, program Nadi JKN dirancang untuk membantu masyarakat yang memiliki penghasilan harian, seperti pengemudi ojek online. Melalui program ini, peserta dapat menabung sedikit demi sedikit setiap hari hingga mencukupi pembayaran iuran bulanan.

Baca Juga:
BPJS Kesehatan Sebut JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 13 Juta Tenaga Kerja

"Ini menjadi peran atau kesempatan kita untuk bisa membantu teman-teman ojol ini bagaimana membayar iuran dengan cara mencicil, menabung," sambungnya.

Dia menjelaskan, sesuai peraturan perundangan-undangan peserta yang aktif membayar iuran akan memperoleh perlindungan jaminan kesehatan. Oleh karenanya, kepesertaan aktif ini penting agar pekerja tetap mendapat kepastian layanan kesehatan ketika jatuh sakit.

Baca Juga:
Verifikasi 11 Juta Data Peserta, Kemensos Reaktivasi 625.221 Peserta PBI JKN

"Penting sekali buat teman-teman kita ini ketika melaksanakan kegiatan harian ini jatuh sakit, dia mendapatkan kepastian berobat dan ini adalah proteksi finansial," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan. Progam ini diharapkan bisa memberikan pemerataan layanan kesehatan bagi siapapun.

"Dengan adanya Nadi JKN ini bisa mencicil dan sangat memudahkan mereka dan alhamdulillah keluarga mereka pun bukan hanya kepala keluarganya saja, sampai anak istrinya mereka bisa mencicil untuk kesehatan dan menjadi peserta BPJS Kesehatan," ucap Raffi.

Raffi menyebut masyarakat yang sehat merupakan modal utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang baik untuk mendukung kemajuan bangsa ini.

"Yang paling penting sehat dulu karena sehat itu penting, karena sehat itu milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala, milik kita semua mudah-mudahan kita sehat," kata Raffi.

Adapun program Nadi JKN ini dikembangkan dalam dua skema layanan, yaitu digital-kolektif dan konvensional-perorangan, sehingga dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan karakteristik yang berbeda.

Pada skema digital-kolektif, peserta mendaftar melalui platform mitra seperti aplikasi digital dan ekosistem komunitas yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Peserta kemudian menabung secara berkala, misalnya harian atau mingguan, melalui fitur yang disediakan mitra.

Ketika dana yang terkumpul telah mencukupi, mitra akan membayarkan iuran JKN peserta melalui virtual account yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.

Saat ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk dengan target peserta yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Selanjutnya pada skema konvensional-perorangan, peserta dapat menabung melalui koperasi, BUMDes, atau lembaga masyarakat yang menjadi mitra Program NADI JKN. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bayi Tampan Ditemukan di Terminal Pekalongan, Kapolres Siap Angkat Jadi Anak Asuh
• 5 jam lalueranasional.com
thumb
DPR Tampung Usulan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, PKWT dan Outsourcing Disorot
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
ASDP Terapkan Sterilisasi Penuh Enam Pelabuhan Mulai 5 Agustus 2026 untuk Perkuat Keselamatan Penyeberangan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Bulog Dapat Diskon Bunga Bank Jadi 3 persen, Margin Naik ke 7 Persen
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Amazon Rombak Bisnis AI usai PHK & Tutup Lab, Fokus Bangun Model AI Canggih
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.