BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Percepat Kemandirian Energi Hijau Indonesia

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji peluang pengembangan industri manufaktur panel surya generasi baru berteknologi Silicon Heterojunction (SHJ/HJT) dan Tandem PV di dalam negeri guna mempercepat transisi energi terbarukan serta memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Konversi Energi (PRTKE) BRIN Oo Abdul Rosyid mengatakan perkembangan teknologi panel surya global kini mulai beralih dari teknologi silikon konvensional menuju teknologi dengan efisiensi yang lebih tinggi.

"Teknologi SHJ telah menunjukkan efisiensi lebih dari 27 persen, sedangkan teknologi tandem berbasis perovskite-silikon berpotensi mencapai efisiensi lebih dari 30 persen pada skala laboratorium," ungkap Oo Abdul Rosyid.

Ia menjelaskan kedua teknologi tersebut juga mampu mempertahankan kinerja secara optimal pada suhu tinggi sehingga dinilai sesuai untuk diterapkan di wilayah tropis seperti Indonesia.

Indonesia Berpeluang Masuk Rantai Pasok Global

Rosyid menilai Indonesia memiliki potensi pasar panel surya yang besar, mulai dari pemasangan rooftop, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar, hingga PLTS terapung di danau dan waduk.

Meski kapasitas perakitan modul surya nasional terus meningkat, sebagian besar sel surya dan bahan baku utama masih bergantung pada impor.

Melalui hasil riset dan pengalaman kolaborasi di Forschungszentrum Jülich (FZJ), Jerman, BRIN melihat peluang strategis bagi industri nasional untuk melakukan lompatan teknologi atau leapfrog menuju manufaktur panel surya generasi baru.

Jadi Dasar Peta Jalan Industri Nasional

Rosyid mengatakan pengembangan teknologi HJT menjadi fondasi penting menuju industri panel surya Tandem di masa depan.

"Pengembangan teknologi HJT merupakan pijakan penting menuju masa depan industri panel surya Tandem. Dengan membangun kemampuan manufaktur generasi baru ini, kita tidak sekadar menjadi konsumen atau pasar, tetapi juga mampu memproduksi panel surya secara mandiri yang efisien, hemat bahan baku, dan berdaya saing global," ujarnya.

Menurutnya, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penyusunan roadmap nasional sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan pelaku industri untuk membangun ekosistem industri panel surya secara menyeluruh.

"Ke depan, penguasaan teknologi panel surya generasi baru ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian energi hijau Indonesia serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dampingi Wamenhub Jenguk Korban KM Mutiara Sentosa 2, Jasa Raharja Pastikan Pelayanan Optimal
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
CEO Nvidia Jensen Huang: Sekarang Momen Terbaik Mulai Bisnis, Setop Overthinking
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
BEI terbitkan aturan emiten belum penuhi "free float" dapat notasi "P"
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Petugas Damkar Meninggal Akibat Jantung, Gulkarmat DKI Evaluasi Penugasan Personel
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hujan Lebat Masih Mengintai Sumut Sepekan ke Depan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.