Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan pengembangan Trans Sumatra Railway atau jalur kereta Trans Sumatra dapat menghadirkan simpul transportasi terintegrasi di berbagai wilayah guna memperkuat konektivitas dan mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.
"Iya, (pengembangan jalur kereta Trans Sumatra dapat) terintegrasi dengan baik, aman, nyaman," kata Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Risal Wasal ditemui di sela Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus Pusat & Majelis Profesi dan Etik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Masa Bakti 2025-2028 di Jakarta, Selasa.
Risal menjelaskan pengembangan Trans Sumatra Railway mengedepankan pembangunan simpul transportasi yang saling terhubung secara optimal.
Menurut Risal, Kementerian Perhubungan tidak secara khusus membahas pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), melainkan memprioritaskan simpul integrasi antarmoda yang aman, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.
"Saya tidak bicara TOD. Tapi bentuk simpul yang terintegrasi. Bisa hub dan lain-lain. TOD itu begitu bangunan tambahan lainnya, bisa hotel, bisa apa, justru kawasan pabrikan, gitu. Saya bicara simpulnya nih, suatu simpul integrasi," jelas Risal.
Risal memastikan pengembangan Trans Sumatra Railway akan melahirkan simpul-simpul transportasi baru dengan berbagai model sesuai kebutuhan pelayanan dan karakteristik wilayah di Pulau Sumatera.
Simpul transportasi tersebut diharapkan memperkuat integrasi antarmoda sehingga perpindahan penumpang maupun barang berlangsung lebih efisien serta meningkatkan konektivitas antarkawasan di Sumatera.
Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan pengembangan proyek Trans Railway Sumatra (jalur kereta Trans Sumatra) rute Banda Aceh hingga Bandar Lampung tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (4/6) Menhub mengatakan pemerintah mencari berbagai skema pembiayaan alternatif guna mendukung percepatan pembangunan jaringan perkeretaapian tersebut.
"Kita tentu harus berinovasi ya, kita tidak tidak hanya menggantungkan dari anggaran pemerintah saja. Tapi kita harus berinovasi supaya kita bisa mendapatkan pendanaan di luar APBN," kata Menhub.
Proyek jalur kereta Trans Sumatra merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa, terutama untuk mendukung angkutan logistik yang lebih efisien sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.




