HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPMU-PK-M), tim akademisi Unhas mendampingi Pemerintah Kabupaten Bulukumba meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar mampu membangun kerja sama internasional sebagai instrumen percepatan pembangunan daerah.
Program bertajuk “Strategi Penguatan Kapasitas SDM Aparatur Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam Mendorong Efektivitas Kerja Sama Internasional Daerah” itu digelar di Gedung Pinisi, Kabupaten Bulukumba, Selasa (4/8).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi akademisi dan pemerintah daerah membahas strategi memanfaatkan potensi lokal untuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra di tingkat global.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unhas yang juga Ketua Program Studi Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas, Prof. Drs. Darwis, MA, Ph.D., mengatakan era otonomi daerah membuka ruang bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah di berbagai negara.
Namun, menurutnya, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila aparatur pemerintah memiliki kapasitas dalam menyusun perencanaan, proposal kerja sama hingga implementasi program yang sesuai dengan regulasi dan kebutuhan mitra internasional.
“Kerja sama internasional bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, melainkan instrumen pembangunan yang harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur menjadi investasi penting agar setiap potensi daerah dapat diterjemahkan menjadi peluang kolaborasi global,” ujar Prof. Darwis.
Dalam pemaparannya, tim Unhas menjelaskan berbagai strategi penguatan kapasitas aparatur, mulai dari pemetaan potensi daerah, penyusunan dokumen kerja sama, hingga membangun jejaring dengan daerah atau institusi luar negeri yang memiliki karakteristik serupa dengan Bulukumba.
Anggota tim pengabdian, Ishaq Rahman, S.IP., M.Si., menambahkan bahwa diplomasi daerah kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan melalui kolaborasi lintas negara.
Menurutnya, Bulukumba memiliki berbagai keunggulan yang berpotensi dipromosikan ke tingkat internasional, seperti sektor kemaritiman, industri kapal Pinisi, pariwisata, hingga komoditas unggulan daerah.
“Bulukumba memiliki berbagai modal yang dapat dipromosikan di tingkat internasional, mulai dari sektor kemaritiman, industri perahu Pinisi, pariwisata, hingga komoditas unggulan. Tantangannya bukan pada minimnya potensi, melainkan bagaimana potensi tersebut dikemas menjadi proposal kerja sama yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra,” jelas Ishaq.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bulukumba. Perwakilan Dinas Perikanan, Yusli, menilai identitas maritim Bulukumba dapat menjadi pintu masuk memperluas kerja sama internasional.
Ia mengungkapkan Bulukumba memiliki rekam jejak kerja sama dengan Brunei serta pengalaman ekspor ke Arab Saudi yang dapat menjadi modal memperluas jejaring melalui skema business to business (B to B) maupun government to government (G to G).
“Potensi ini dapat diperkuat melalui kombinasi pendekatan B to B dan G to G, termasuk memanfaatkan nilai budaya Pinisi maupun keterkaitan sejarah dengan komunitas Aborigin sebagai pintu masuk diplomasi daerah,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Bulukumba, Endang, meminta masukan terkait strategi meningkatkan kualitas presentasi berbagai inovasi daerah agar mampu menarik minat mitra internasional.
Di sektor pariwisata, perwakilan Dinas Pariwisata Bulukumba, Widi, mengungkapkan daerahnya memiliki sekitar 140 destinasi wisata yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama internasional.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan pendampingan berkelanjutan, termasuk coaching clinic, agar mampu menyusun strategi promosi dan kerja sama yang lebih efektif.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba, Dra. Hj. Umrah Aswani, MM, mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Kepala Baperida Andi Irma, ST., MM, Inspektur Kabupaten Bulukumba, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, para sekretaris OPD, serta perwakilan perangkat daerah se-Kabupaten Bulukumba.
Tim pengabdian Unhas yang terlibat terdiri atas Prof. Drs. Darwis, MA, Ph.D., Ishaq Rahman, S.IP., M.Si., Munjin Syafiq, S.IP., M.Si., Munif Ranti Arif, S.IP., M.A., Fajhriadi Hastira, S.IP., M.Si., serta dua mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional Unhas.
Melalui kegiatan tersebut, Unhas menegaskan komitmennya mendampingi pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas aparatur agar mampu memanfaatkan peluang kerja sama internasional untuk mendorong investasi, perdagangan, pengembangan pariwisata, dan peningkatan daya saing daerah.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang semakin kompeten, Bulukumba diharapkan mampu membawa potensi maritim, budaya, dan pariwisatanya ke panggung global sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (ad)





