Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan dua bibit siklon tropis sekaligus di perairan utara Indonesia, yang berpotensi memicu gelombang laut tinggi hingga empat meter pada 4-7 Agustus 2026.
Agie Wandala Putra, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (4/8/2026), mengatakan kedua sistem cuaca tersebut adalah Bibit Siklon Tropis 94W dan Bibit Siklon Tropis 9SW.
“Bibit Siklon Tropis 94W berada di Laut Filipina timur Filipina, sementara Bibit Siklon Tropis 9SW terpantau di Laut Filipina barat Filipina,” kata dia seperti dilaporkan Antara.
Agie menjelaskan, keberadaan dua bibit siklon tropis ini berdampak signifikan terhadap peningkatan kecepatan pola angin di perairan Indonesia bagian utara dan selatan. Pola angin di wilayah utara bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan hingga 27 knot, sedangkan di wilayah selatan bergerak dari timur ke tenggara mencapai 38 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafuru.
Dinamika pergerakan angin ini memicu gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan seperti Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Banda, hingga Pasifik utara Papua.
Sementara itu, gelombang tinggi pada kisaran 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi melanda Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatera, serta Samudra Hindia selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Agie, BMKG mengingatkan bahaya gelombang tinggi ini terhadap risiko keselamatan pelayaran, mulai dari perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal kargo skala besar. Untuk itu, masyarakat dan nelayan yang bermukim serta beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk tersebut.(ant/iss/ham)




