Suasana haru dan kecemasan menyelimuti Posko Terpadu Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa 2 di Dermaga Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sejumlah keluarga penumpang mendatangi posko tersebut untuk mencari kejelasan nasib anggota keluarga mereka yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Banyak dari keluarga korban yang merasa bingung dan khawatir lantaran nama anggota keluarga mereka tidak tercantum dalam data manifest resmi penumpang, meskipun pihak keluarga meyakini korban berada di atas kapal saat musibah terjadi. Komunikasi Terakhir Sebelum Berangkat
Salah satu keluarga yang mencari informasi adalah Abdul Halim. Ia tengah mencari keberadaan kakaknya, Abdul Hamid, yang bekerja sebagai sopir mobil boks ekspedisi. Abdul Hamid diduga kuat menjadi salah satu penumpang dalam pelayaran KMP Mutiara Sentosa 2 tersebut.
Abdul Halim menceritakan bahwa dirinya sempat berkomunikasi melalui telepon dengan kakaknya sesaat sebelum kapal bertolak. "Terakhir pas mau masuk kapal, dia menelepon. Katanya sudah di atas kapal bersama mobil boks yang dibawanya," ungkapnya dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
Namun, harapan untuk segera mendapat kepastian nasib sang kakak terbentur oleh data administratif. Saat memeriksa daftar penumpang dan korban di Posko SAR, nama Abdul Hamid tidak ditemukan dalam manifest penumpang maupun dalam daftar korban yang telah dievakuasi.
"Saya sudah cek data-datanya, dari 200 lebih korban yang terdata, nama kakak saya belum ada. Saya sudah tanya petugas di dalam, tapi belum ada informasi lebih lanjut," ucap Halim.
Diketahui, Abdul Hamid melakukan perjalanan tersebut seorang diri untuk mengantarkan muatan ekspedisi. Hingga saat ini, pihak otoritas terkait masih terus melakukan pendataan dan koordinasi di Posko SAR Pelabuhan Tanjung Perak guna memvalidasi data penumpang serta melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban KMP Mutiara Sentosa 2.




