Tangerang Selatan, VIVA – Mobil hybrid dikenal irit bahan bakar saat digunakan di jalan perkotaan atau ketika menghadapi kemacetan. Namun, Mitsubishi Motors mengklaim New Xforce HEV tetap mampu menjaga efisiensi meski digunakan pada kecepatan tinggi.
Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro, mengatakan banyak orang hanya melihat kemampuan mobil hybrid dari jarak tempuhnya yang bisa mencapai lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian bahan bakar. Padahal, menurutnya, keunggulan New Xforce HEV tidak berhenti di situ.
"Kalau hanya bicara 1.000 kilometer, mungkin merek lain juga bisa. Tapi bukan hanya itu yang kami tawarkan. Teknologi hybrid Mitsubishi berbeda, kemudian fitur kami cukup lengkap, performa dan kenyamanan juga menjadi perhatian, ditambah dukungan aftersales yang sudah kami bangun selama lebih dari 55 tahun di Indonesia," ujar Irwan, dikutip VIVA Otomotif, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurutnya, salah satu pembeda New Xforce HEV dibanding kompetitornya adalah sistem hybrid yang dirancang agar tetap bekerja efisien dalam berbagai kondisi berkendara, tidak hanya saat kendaraan melaju pelan atau terjebak kemacetan. Mobil ini juga dibekali sejumlah teknologi yang membantu memaksimalkan pemanfaatan energi selama perjalanan.
New Xforce HEV menggunakan sistem two-speed transaxle yang mengatur kerja motor listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara. Selain itu tersedia tiga mode khusus, yakni EV Mode, Charge Mode, dan Smart Mode, yang memungkinkan pengemudi memilih karakter kerja sistem hybrid sesuai kondisi jalan.
Sistem tersebut juga didukung teknologi regenerative braking yang mengubah energi saat deselerasi menjadi listrik untuk mengisi kembali baterai. Dengan cara itu, energi yang biasanya terbuang dapat dimanfaatkan kembali sehingga membantu menjaga efisiensi bahan bakar.
Pengalaman tersebut turut dirasakan Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, saat menjajal New Xforce HEV di Bali. Menurutnya, sistem hybrid pada mobil ini tetap mampu bekerja secara efisien meski kendaraan dipacu hingga kecepatan sekitar 120 kilometer per jam.
"Biasanya konsep hybrid bekerja optimal di kecepatan rendah atau saat stop and go. Tapi di mobil ini, pada kecepatan tinggi motor listrik masih bisa bekerja karena didukung sistem two-speed transaxle yang berbeda," kata Rifat.





