Hampir Sebulan Padamkan Karhutla Kalteng, 6 Petugas Tumbang Kelelahan

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Palangka Raya: Sejumlah petugas gabungan yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dilaporkan tumbang akibat kelelahan dan paparan asap. Mereka mengalami gangguan kesehatan mulai dari meriang, demam, sakit kepala, hingga sesak napas setelah berjibaku memadamkan api yang terus meluas selama hampir sebulan terakhir.

Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya lima hingga enam personel Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah harus mendapatkan penanganan medis akibat kondisi tersebut. Cuaca panas, angin kencang, serta lahan gambut yang kering membuat titik api terus bermunculan dan memaksa petugas bekerja siang dan malam untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Salah satu petugas yang mengalami gangguan kesehatan adalah Koordinator Lapangan Relawan Damkar Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Bagus. Setelah lebih dari dua dekade terlibat dalam upaya pemadaman karhutla, ia harus menjalani perawatan akibat kelelahan dan paparan asap.

"Yang ditumbangi saya ini, entah kenapa kita, entah kondisi yang fit, kurang fit atau gimana, tumbang. Dan untuk rekanan dari Dishut ada empat sampai lima orang yang tumbang karena faktor kelelahan, kebanyakan menghirup udara dan partikel debu bakaran dari gambut itu," ujar Bagus dalam tayangan Primetime News Metro TV, Selasa, 4 Agustus 2026.

Baca Juga :

Pemerintah Mesti Siaga Hadapi El Nino dan Ancaman Krisis Air

Meski seluruh personel telah menggunakan alat pelindung diri (APD) dan masker sesuai prosedur, paparan asap dalam intensitas tinggi tetap berdampak pada kondisi fisik petugas.

"SOP sudah. Kita menggunakan safety, APD, dan juga masker. Tapi tetap namanya asap, manusiawi kita pasti ada titik lemahnya," katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Dua pesawat Cessna disiagakan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, untuk menyemai garam pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan di wilayah terdampak kebakaran.

Kepala BPBD Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan berdasarkan analisis potensi pertumbuhan awan hujan dari BMKG dan difokuskan pada wilayah yang terdampak karhutla.

"Sebanyak dua unit pesawat Cessna untuk melakukan OMC di wilayah se-Provinsi Kalimantan Tengah. Sampai dengan saat ini dua pesawat tersebut terus beroperasi berdasarkan analisis potensi pertumbuhan awan hujan yang dilakukan oleh pihak BMKG. Untuk wilayah operasinya, hari ini dilakukan di wilayah Kotawaringin Timur dan juga Pulang Pisau," ujarnya.

Sementara itu, petugas yang mengalami gangguan kesehatan diminta beristirahat hingga kondisi tubuh kembali pulih setelah mendapatkan vitamin dan perawatan medis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Tidak Mau Melayani Bapak, Terlalu Angkuh
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mengapa Mengucapkan Maaf Terasa Sulit
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kejagung dan Polri Tak Masalah Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan
• 23 jam laludetik.com
thumb
Saepul Pemutilasi Pria di Depok Baru Ngontrak 7 Bulan Bareng Pria JJ
• 1 menit laludetik.com
thumb
Sambut HUT ke-81 RI, Warga Sukabumi Sulap Limbah Jadi Gapura Pewayangan Megah
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.