OJK Cirebon bantu petambak garam akses pembiayaan sesuai musim panen

antaranews.com
6 hari lalu
Cover Berita
Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon membantu petambak garam Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik usaha dan siklus musim panen.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib saat dikonfirmasi di Cirebon, Selasa, mengatakan pihaknya telah membahas penyesuaian skema pembiayaan bersama pemerintah daerah, petambak, dan industri jasa keuangan.

“Langkah awal untuk menyusun skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik usaha garam sudah menjadi pembahasan kami,” katanya.

Menurut dia, pembiayaan yang disiapkan tidak hanya harus mudah diakses, melainkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petambak garam.

Baca juga: OJK: Perbankan di Ciayumajakuning perlu memperkuat sektor produktif

Agus mengatakan salah satu persoalan yang dibahas ialah pola cicilan bulanan perbankan yang belum sepenuhnya sesuai dengan pendapatan petambak yang bergantung pada musim panen.

Selain itu, kata dia, lembaga jasa keuangan menemukan persoalan rekam jejak pembiayaan sebagian petambak dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Ia mengatakan, kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan keterbatasan pemahaman petambak dalam memanfaatkan produk pembiayaan secara tepat.

“Berbagai masukan dari pemerintah daerah, petambak, dan industri jasa keuangan menjadi bekal penting bagi OJK Cirebon dalam memperkuat kolaborasi,” ujarnya.

Ia menyampaikan pembiayaan perlu didukung penguatan ekosistem usaha agar mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat bagi petambak.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon Dangi mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pengembangan komoditas garam melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca juga: OJK pastikan pencabutan izin usaha gadai di Cirebon sesuai prosedur

Ia mengatakan berbagai masukan yang muncul akan menjadi bahan pemerintah daerah dalam memperkuat strategi pengembangan komoditas garam.

“Hal ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Termasuk, kata Dangi, mendorong skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik usaha petambak garam di Kabupaten Cirebon.

Pihaknya mendata kebutuhan garam industri di wilayah Cirebon diperkirakan mencapai 100.000 ton per tahun, sedangkan produksi garam lokal baru sekitar 12.282 ton per tahun.

“Kondisi tersebut menjadi peluang pengembangan produksi, investasi, pengolahan, dan pembiayaan agar komoditas garam memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian Kabupaten Cirebon,” ucap dia.

Baca juga: OJK: Izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon resmi dicabut

Baca juga: OJK Cirebon gencarkan edukasi KUR bagi UMKM di Kuningan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Literasi Keuanga RI Naik Jadi 69%,OJK Beberkan Tantangannya
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang pada 27 Agustus
• 21 jam lalupantau.com
thumb
FIFA ASEAN Cup 2026: Bukan JIS, Ini 2 Lapangan yang Disiapkan Jakarta untuk Latihan Peserta
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Tanggapi Aksi Prapid Roy Suryo, THMP Minta MA Tutup Celah Hukum di KUHAP Baru
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Batu Dipakai Ganjal Pintu, Ternyata Harta Karun Rp 20 Miliar
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.