Terkini, Jeneponto – Menanggapi beredarnya video viral di media sosial mengenai ditemukannya ulat pada porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) balita, Kepala SPPG Jeneponto Togo-Togo Bungeng Batang 1, Nurkhairunnisa angkat bicara.
Nurkhairunnisa menegaskan bahwa pengelolaan dan penyaluran MBG telah dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Menurutnya, menu MBG dalam video yang beredar tersebut merupakan menu pada Jumat, 31 Juli 2026.
“Menu itu menu di hari terakhir bulan Juli, dan tidak ada penerima manfaat yang komplain, namun saya sudah dapat informasi videonya saat sore hari namun kita sudah komunikasikan dan saat itu sudah aman. Kemudian diwaktu selanjutnya kami melakukan kunjungan ke rumah Ibu Balita (ibu Dewi) untuk melakukan klarifikasi dan kemudian kemarin saya dapat informasi kembali dan video yang beredar di Sosial Media.” kata Nurkhairunnisa saat dikonfirmasi Terkini.id melalui telepon whatsapp, Rabu, 5 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Nur Khairunnisa menjelaskan, menu MBG Balita pada Jumat 31 Juli 2026 berisi lauk chicken katsu yang diantarkan langsung ke rumah penerima manfaat oleh kader setempat pada pukul 10.00 Wita.
“Menu MBG itu diterima oleh nenek sang balita karena ibu Dewi ada urusan di Bank BRI, sehingga tidak langsung di makan oleh Balita penerima manfaat, tapi dengan niat baik nenek balita itu, menu dipindahkan ke mangkuk kemudian ditutup pakai penutup panci, pada saat nenek memindahkan ke mangkuk bersama dengan kader, sekitar pukul 14.00 Wita Ibu Dewi baru mau kasi makan anaknya, saat dia buka penutupnya dia lihat ada ulat,” ungkap Nurkhairunnisa.
Nurkhairunnisa mengatakan, dalam mekanisme penyaluran MBG paling lambat pukul 10.00 Wita dan seharusnya begitu penerima manfaat menerima paket MBG langsung dikonsumsi.
“Mekanisme penyaluran seharusnya begitu penerima manfaat menerima paket MBG langsung diberikan ke balita, kalau disimpan hingga lewat jam makan siang Balita itu di luar dari pengontrolan SPPG dan Kader. Namun tetap kami meminta maaf atas kejadian itu,” ungkapnya.
Ia berjanji akan terus melakukan evaluasi dalam pengelolaan menu MBG dan mengedukasi penerima manfaat agar paket MBG langsung dikonsumsi.
“Kami sangat mengapresiasi kritikan Ibu Dewi yang memberikan masukan agar kami terus memberikan pelayanan yang baik, kami sangat bersyukur atas kritikannya, pasti Ibu Dewi berniat baik agar pelayanan SPPG kami menjadi lebih baik ke depan,” tutur Nurkhairunnisa.




