Pantau - Kementerian Agama memperkuat upaya menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak melalui penguatan regulasi, ekosistem pendidikan, Kurikulum Cinta, serta pembinaan guru sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA).
Kemenag Perkuat Ekosistem Pendidikan Ramah AnakSekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan perhatian Kemenag terhadap ruang aman bagi anak tidak hanya mencakup lembaga pendidikan, tetapi juga lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Ruang yang nyaman dan aman bagi anak ini di lembaga pendidikan, di keluarga, kemudian di masyarakat,” ujarnya.
Kamaruddin menjelaskan Kementerian Agama telah mengambil sejumlah langkah teknis melalui penguatan regulasi, pengembangan ekosistem pendidikan, implementasi Kurikulum Cinta, serta pembinaan guru agar seluruh unsur pendidikan dapat bersinergi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
“Kementerian Agama telah melakukan atau mengambil sejumlah langkah-langkah teknis dari sisi regulasi dan ekosistem pendidikan, penguatan Kurikulum Cinta, kemudian pembinaan guru agar semuanya bisa bersinergi untuk menciptakan ruang yang nyaman bagi anak dan juga sekaligus aman bagi mereka untuk belajar, untuk tumbuh berkembang, dan untuk menjadi generasi emas di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Kolaborasi Pemerintah dan Media DiperkuatKamaruddin menegaskan penciptaan ruang aman bagi anak membutuhkan perhatian menyeluruh karena anak memerlukan lingkungan belajar, keluarga, dan masyarakat yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Dalam forum yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan penyediaan ruang aman dan nyaman bagi anak merupakan bagian fundamental dari pembangunan manusia.
“Pembangunan manusia itu juga harus memperbaiki yang fundamental, yaitu menyediakan ruang aman dan nyaman untuk anak. Dan jangan boleh ada kekerasan terhadap anak,” katanya.
Pratikno juga menyoroti pentingnya perlindungan anak di ruang digital seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), serta mendorong keterlibatan media dan masyarakat dalam memberikan edukasi dan memperkuat pengawasan terhadap upaya perlindungan anak.
Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) telah diluncurkan pada 25 Juni 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.




