JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menambah ruang terbuka hijau (RTH) meski menghadapi keterbatasan lahan.
Berbagai strategi ditempuh, mulai dari mengembangkan taman vertikal hingga merevitalisasi taman yang sudah ada agar ruang hijau di ibu kota terus bertambah.
Saat ini, luas RTH Jakarta baru mencapai 5,598 persen dari total wilayah.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta M Fajar Sauri mengatakan, penambahan lahan RTH melalui pembelian menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) belum dapat dilakukan karena keterbatasan fiskal daerah sejak 2023.
BACA JUGA:Jumlah Penduduk Jakarta 2026 Turun, Ini Data Terbaru Dukcapil DKI
Karena itu, Pemprov DKI mengoptimalkan lahan yang sudah tersedia.
"Pembangunan RTH saat ini dilakukan dengan mengoptimalkan ketersediaan lahan yang sudah ada," kata Fajar saat dikonfirmasi Disway.id, Selasa, 4 Agustus 2026.
Selain itu, penambahan ruang hijau juga dilakukan melalui penerimaan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari para pengembang.
Skema ini menjadi salah satu sumber utama penambahan RTH di Jakarta.
Di tengah terbatasnya ruang di kawasan perkotaan, Distamhut terus mengembangkan konsep penghijauan vertikal sebagai solusi.
BACA JUGA:Dilarang KAI, Pramono Bakal Pindahkan Liga Aspal di Menteng ke RPTRA Borobudur
Konsep ini memungkinkan tanaman ditanam pada bidang tegak, seperti dinding bangunan, pagar, dan elemen arsitektur lainnya.
“Selain menambah ruang hijau, konsep ini juga memperbaiki kualitas visual kawasan perkotaan,” kata Fajar.
Pemprov DKI juga mengembangkan konsep green column, yakni penghijauan pada struktur kolom vertikal.
Menurut Fajar, konsep tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kualitas udara, tetapi juga memperkuat estetika lingkungan perkotaan.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »





