Qodari: Pengembangan Jaringan Gas Rumah Tangga Kurangi Impor LPG

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, pemerintah terus mengembangkan jaringan gas untuk kebutuhan rumah tangga. Langka ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan LPG. Saat ini, 72% kebutuhan LPG masih impor.

Qodari menjelaskan, Indonesia memiliki potensi gas bumi yang didominasi metana dan etana, sedangkan LPG tersusun atas propana dan butana. Menurut dia, potensi gas bumi domestik yang lebih besar perku dimanfaatkan melalui pengembangan jaringan gas.

“Ketersediaan dalam negeri kita, potensi alam kita untuk gas alam, metana dan etana ini jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan LPG. Mungkin sekitar tiga per empat dari ketersediaan gas di Indonesia adalah kategori gas yang potensial itu metana dan etana, walaupun memang ada tantangan dalam distribusi,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Ia mengatakan, tantangan distribusi tersebut dapat diatasi melalui pembangunan jaringan gas yang menyalurkan gas bumi langsung ke rumah tangga melalui pipa.

Qodari mengungkapkan, produksi LPG dalam negeri saat ini baru sekitar 1,4 juta ton sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, sekitar 72 persen kebutuhan LPG setiap tahun masih harus dipenuhi melalui impor.

“Impor sekitar 72 persen setiap tahunnya dari kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, jargas merupakan langkah strategis pemerintah untuk membuat pasokan energi Indonesia lebih mandiri dan stabil,” ujar dia.

Lebih lanjut, Qodari mengatakan pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Selain memperkuat ketahanan energi, menurut Qodari, penggunaan jargas memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menjelaskan skema pasokan gas yang disalurkan melalui jaringan pipa sehingga pelanggan tidak perlu lagi membeli, mengangkat, maupun mengganti tabung gas.

Dalam pemakaiannya, pelanggan hanya membayar sesuai pemakaian yang tercatat pada meter gas. Qodari mengatakan, harga jargas dinilai lebih stabil karena tidak terlalu dipengaruhi distribusi tabung LPG.

“Pemerintah mendorong pengembangan jargas untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor, mengefektifkan kebijakan subsidi, serta menyediakan sumber energi rumah tangga yang lebih praktis dan berkelanjutan,” tutur dia.

Qodari pun menambahkan, pembangunan jargas juga berdampak positif terhadap lingkungan karena gas bumi menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan efisien.

“Pembangunan ini juga memutar pasar bagi produsen dalam negeri, khususnya bagi pipa polyethylene, pipa baja, meter gas, regulator, valve fitting, kompor gas, enclosure, serta jasa konstruksi dan engineering, yang sekaligus menjadi nilai tambah bagi penguatan industri gas nasional dari hulu hingga hilir,” pungkas Qodari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Bantah Korban Tersengat Listrik di Cengkareng Petugas Resmi, Ungkap Kronologi Sebenarnya
• 40 menit lalukompas.tv
thumb
Menjelang HUT ke-81 RI, Ternyata Ada Peran Laksamana Maeda di Masa Lalu untuk Membantu Kemerdekaan Indonesia
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Kemenhub Nilai Drone Jadi Solusi Angkutan Barang ke Pulau Kecil-Wilayah 3TP
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Transaksi Warga RI di Marketplace Tumbuh 35,13 Persen pada Kuartal II 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Siap-siap! Agustus 2026 Dihiasi Deretan Fenomena Langit, Ini yang Paling Dinanti
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.