Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai transaksi di e-commerce atau marketplace yang mengalami pertumbuhan 35,13 persen secara year on year (YoY) pada kuartal II 2026.
Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik menjelaskan pertumbuhan itu didasarkan pada data Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).
“Indikator lainnya seperti transaksi online dari e-retail dan marketplace yang dikumpulkan oleh BPS juga tumbuh sebesar 35,13 persen secara year-on-year,” kata Edy dalam rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 di Kantor BPS, Jakarta Pusat pada Rabu (5/9).
Masih dalam ranah digital, Edy juga menjelaskan bahwa nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kredit mengalami pertumbuhan 5,05 persen secara YoY dalam periode yang sama.
Sementara terkait konsumsi masyarakat yang terus tumbuh, Edy juga menjelaskan hal itu turut dipengaruhi oleh konsumsi per kapita kelompok restoran dan hotel yang tumbuh 11,97 persen secara YoY dalam periode yang sama. Selain itu, nilai impor barang konsumsi turut tumbuh 27,15 persen secara YoY pada kuartal II tahun ini.
Di samping itu, nilai penjualan motor dan mobil juga dicatat naik masing-masing 6,62 persen secara YoY dan 25,50 persen secara YoY.
Edy juga menjelaskan konsumsi masyarakat turut terjaga karena adanya pemberian gaji ke-13 untuk ASN, TNI dan Polri yang dilakukan pada kuartal II 2026.





