Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memastikan pendanaan pemerintah masih memadai untuk mendukung penanganan dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi berbagai sektor, terutama pangan, sumber daya air, dan lingkungan hidup.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh mengatakan pemerintah kini berfokus memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan yang paling mendesak.
"Pendanaan pemerintah sementara ini masih memadai. Tinggal bagaimana kita memastikan rencana penggunaannya tepat sesuai kebutuhan yang mendesak untuk penanganan El Nino. Hal ini juga sudah dibahas dalam rapat terbatas," ujar Leonardo seperti dikutip dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, Bappenas juga mendorong penguatan berbagai sumber pembiayaan untuk mendukung mitigasi dampak El Nino.
Beberapa sumber pendanaan yang dioptimalkan meliputi pendanaan domestik;
climate finance; pooling fund kebencanaan; Adaptation Fund; Fund for Responding to Loss and Damage (FRLD); serta berbagai instrumen pembiayaan inovatif lainnya.
Menurut Leonardo, diversifikasi sumber pembiayaan menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas pemerintah dalam menghadapi risiko perubahan iklim.
Baca Juga :
43 Hektare Pertanian di Kabupaten Tangerang Terancam Puso Dampak El Nino(Ilustrasi. Foto: Medccom.id)
Bukan cuma buat penanganan El Nino
Leonardo menjelaskan pemerintah tidak memiliki skema pembiayaan iklim yang secara khusus dialokasikan untuk penanganan El Nino. Hal itu karena El Nino merupakan fenomena iklim yang bersifat siklikal sehingga pendekatan pembiayaan lebih diarahkan pada peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim secara menyeluruh.
"Pendanaan lebih banyak dikembangkan ke arah hulu untuk melaksanakan berbagai program yang telah ditetapkan. Apabila program-program tersebut turut meningkatkan kemampuan menghadapi El Nino, tentu hal itu menjadi sangat penting," jelas Leonardo.
Bappenas menyebut pendanaan iklim saat ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program adaptasi yang telah tertuang dalam National Adaptation Plan (NAP).
NAP merupakan dokumen perencanaan strategis yang digunakan untuk mengidentifikasi, menetapkan prioritas, serta mengurangi risiko perubahan iklim dalam jangka menengah dan panjang.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan Biodiversity Strategy and Action Plan (BSAP) sebagai pedoman dalam melindungi, mengelola, dan memanfaatkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Melalui penguatan kedua instrumen tersebut, pemerintah berharap kapasitas nasional dalam menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino, dapat semakin meningkat.




