Menkes Ungkap Temuan Bakteri Pada Kasus Keracunan MBG Papua & Semarang

narasi.tv
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan secara resmi menyatakan bahwa temuan awal dari investigasi kasus keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dan Semarang (Jawa Tengah) mengonfirmasi adanya kontaminasi bakteri pada bahan makanan yang disajikan dalam program MBG.

"Begitu itu ada keracunan, tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah turun. Laporannya sudah ada, hasil labnya juga sudah ada, jadi memang kita identifikasi ada beberapa makanan yang ada bakteri E. coli-nya, bukan hanya semangka tapi ada beberapa makanan lain," kata Menkes Budi Gunadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (06/08/2026).

Kepala BGN Sudaryono turut memberikan pernyataan bahwa keracunan ini merupakan hal yang fatal dan menyangkut nyawa seseorang, sehingga tindakan yang diberikan pun tegas.

Ia menegaskan bahwa insiden ini merupakan peringatan serius tentang pentingnya pengawasan kualitas dan keamanan makanan dalam program yang mengutamakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

"Target saya adalah gimana caranya, apapun caranya, bagaimana caranya, itu kemudian nol. Case keracunannya," ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, secara umum penyebab kasus keracunan tersebut akibat proses masak yang terlalu cepat.

"Kalau di Papua kita lihat dari log. Log dapurnya itu kan kita ada sistem lognya, dia kapan persiapan, kapan nyacah, kapan apa, kapan dimasak itu ada. Jadi memang memulai masaknya kecepatan, kalau gak salah jam 7 atau setengah 8 hari sebelumnya untuk diberi makan di hari berikutnya di jam 11," kata Sudaryono.

Begitu pula kasus di Semarang, ia mengakatan dapur MBG mulai masak jam 9 pada malam sebelum pembagian makanan.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan besar-besaran dalam manajemen distribusi dan pengolahan MBG.

Sebagai langkah tanggap darurat, Menteri Kesehatan menginstruksikan penghentian sementara operasional beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG, khususnya SPPG Karangturi yang menjadi sumber distribusi makanan di Semarang.

Selain itu, dilakukan pengawasan ketat sampai hasil pemeriksaan lengkap keluar. Tim kesehatan dan gizi segera dikerahkan untuk memberikan pelayanan dan edukasi makanan sehat kepada penyelenggara dan penerima manfaat. Menteri juga mengimbau agar semua daerah melakukan evaluasi dan audit keamanan pangan secara rutin dalam program MBG.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berapa Gaji Manajer Kopdes? Purbaya Tepis Isu Rp16 Juta: Kegedean, Pasti Enggak Segitu
• 21 jam laludisway.id
thumb
Tak Gentar Hadapi Persib, Francisco Rivera Kirim Sinyal Bahaya untuk Maung Bandung
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Diberhentikan Sementara Sebagai Jaksa, Febrie Terima Setengah Gaji
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Pascaputusan MK, Saatnya Anggaran Pendidikan untuk Investasi Guru Bermutu
• 16 menit lalukompas.id
thumb
Sadis! Pelajar SMP di Nabire Bakar Mantan Kekasih Hidup-hidup, Polisi Ungkap Motifnya
• 4 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.