VIVA – Luis Figo, legenda Portugal yang juga mantan rekan setim Cristiano Ronaldo, menyatakan sikapnya terhadap Gianni Infantino. Sang Presiden FIFA diminta untuk segera mundur.
Desakan terhadap Gianni Infantino telah membuncah sejak Piala Dunia 2026 digelar. Banyak peristiwa yang membuat geram sejumlah pihak, seperti pencabutan kartu merah Folarin Balogun yang dipengaruhi oleh telepon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Itu semakin memanas setelah turnamen karena FIFA kemudian mengusulkan penjualan saham minoritas Piala Dunia. Hal ini membuat sejumlah pihak menyatakan protes, termasuk Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Asia (AFC).
- IMAGN IMAGES via Reuters/Mark J Rebilas
PSSI melalui Ketua Umum Erick Thohir sendiri menyatakan dukungannya kepada Infantino. Erick mengatakan bahwa FIFA telah membantu sepak bola Indonesia terus berkembang hingga kini.
Namun, hal yang sama tidak terjadi di seluruh dunia. Desakan agar Infantino mundur terus membuncah, dan kini muncul dari legenda sepak bola Portugal, Luis Figo.
Pada Rabu (5/8/2026), Figo mengatakan bahwa Infantino telah berbohong demi kepentingannya. “Hari ini, saya bergabung dengan berbagai pihak di dunia sepak bola untuk mendesak Gianni Infantino agar mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA,” demikian cuitan Figo di media sosial X.
“Infantino telah mencoreng kehormatan jabatan yang justru ia janjikan akan ia angkat derajatnya. Ia telah berbohong, melakukan tipu daya, dan berupaya memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan olahraga yang seharusnya ia layani,” sambungnya.
Ada pemilihan Presiden FIFA yang akan dilaksanakan pada tahun depan. Namun, Figo mendesak agar Infantino langsung mundur pada saat ini juga.
- REUTERS/Bobby Yip
“Ia telah kehilangan dukungan dari staf seniornya, para penasihat terdekatnya, sebagian besar orang yang mengabdikan hidup mereka untuk olahraga ini, dan bahkan—tampaknya—penerima Penghargaan Perdamaian FIFA,” lanjutnya.
“Sudah terlambat untuk menyelamatkan martabatnya, namun belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Ia harus pergi. Sekarang juga,” tambah mantan rekan setim Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal tersebut.
Belum ada calon kuat yang mencuat sebagai penggantinya. Namun, Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, telah mencuat sebagai salah satu opsi.





