Jakarta, ERANASIONAL.COM – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui penerapannya kebijakan bahan bakar ramah lingkungan Biodiesel B50.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia engatakan, langkah strategis ini diproyeksikan memberikan tiga keuntungan utama bagi stabilitas ekonomi Indonesia.
“Penggunaan formulasi B50 dinilai menjadi kunci utama untuk memangkas ketergantungan domestik terhadap impor BBM jenis solar,”ujar Bahlil dikutip, Kamis 6 Agustus 2026.
Langkah ini kata dia, sekaligus membentengi ketahanan pasokan energi di dalam negeri dari ancaman ketidakpastian geopolitik global, termasuk tensi konflik yang terjadi di kawasan Selat Hormuz.
“Dalam kondisi perekonomian dunia yang fluktuatif, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diposisikan sebagai penahan gejolak (shock absorber),”jelasnya.
Kehadiran B50 membantu meringankan tekanan pada kas negara, mengingat alokasi subsidi energi yang dibutuhkan untuk program ini tergolong jauh lebih efisien pada tingkat harga saat ini.
“Dengan berjalannya mandatori B50 secara penuh, Indonesia ditargetkan dapat menghentikan impor solar sepenuhnya, sekaligus mengoptimalkan alokasi belanja subsidi energi negara agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,”tutupnya. []




