Pantau - BP BUMN bersama Danantara terus melakukan monitoring rutin untuk mengawal proses transformasi PT Pos Indonesia agar berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dengan fokus utama pada pembenahan tata kelola perusahaan.
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan bahwa perbaikan tata kelola menjadi fondasi utama dalam membangun perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
Ia mengatakan, "Yang paling penting sekarang tata kelolanya dibenahi. Jangan sampai ada rekayasa keuangan. Semua proses harus dijalankan dengan benar."
Dony juga mengingatkan agar seluruh proses transformasi dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Direksi PT Pos Indonesia diminta menjaga soliditas organisasi selama proses transformasi berlangsung.
Direksi juga diminta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh karyawan agar proses transformasi berjalan efektif serta memperoleh dukungan dari seluruh insan perusahaan.
Fokus Perbaikan Fundamental BisnisDanantara bersama BP BUMN akan terus memantau pelaksanaan transformasi PT Pos Indonesia untuk memastikan perusahaan bergerak ke arah yang lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan tata kelola, transparansi, dan soliditas organisasi, PT Pos Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kembali kinerjanya.
Perusahaan juga diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai perusahaan nasional yang menjadi kebanggaan Indonesia.
Dony menegaskan bahwa transformasi perusahaan harus dijalankan secara serius dan menyentuh akar persoalan yang dihadapi perusahaan.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan perusahaan.
Peninjauan tersebut juga mencakup evaluasi terhadap seluruh komponen biaya.
Selain itu, perusahaan diminta menerapkan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan melalui pelibatan intercompany untuk mempercepat penurunan utang perusahaan.
Dony menekankan bahwa seluruh langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis serta memiliki target yang terukur agar dapat dikawal secara konsisten.
Penyesuaian Pembukuan Capai Rp9 TriliunSebelumnya, Dony menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia telah melaporkan hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025.
Nilai penyesuaian pembukuan tersebut mencapai Rp9 triliun.
Penyesuaian pembukuan dilakukan sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.




