Sepekan Lebih Keruh dan Berlumpur, Air PAM di Bekasi Utara Mulai Jernih

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Aliran air Perumda Tirta Patriot (PDAM) yang sebelumnya dikeluhkan keruh, berlumpur, hingga dipenuhi cacing oleh warga Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, kini mulai kembali jernih.

Ketua RT 08/RW 08 Kelurahan Perwira, Sarkam (64), mengatakan kondisi air paling parah terjadi sekitar beberapa minggu terakhir.

"Kalau air keruh sebenarnya sudah sering terjadi. Memang dari dulu kualitas air PDAM di sini kurang bagus. Tapi yang paling parah sekitar dua minggu terakhir," kata Sarkam saat ditemui Kompas.com, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: “Yang Penting Bisa Dagang Aman, Cerita Para Pedagang yang Pilih Bayar Uang Keamanan

Meski demikian, sebagian warga mengaku belum berani menggunakan air tersebut untuk memasak maupun dikonsumsi karena khawatir kualitasnya belum benar-benar pulih.

"Sampai sekarang juga kadang masih muncul cacing. Jadi takut buat konsumsi juga," ujarnya.

Sarkam mengatakan, selama air keruh melanda, warga tetap memanfaatkan air PDAM untuk mandi dan mencuci lantaran sebagian besar tidak memiliki sumber air alternatif seperti sumur bor.

Namun, warga terpaksa menggunakan saringan air terlebih dahulu agar endapan lumpur tidak ikut terbawa.

"Kalau enggak disaring, lumpurnya langsung turun semua," kata Sarkam.

Hal senada disampaikan Sugiyoto (68), warga RT 08/RW 08 Kelurahan Perwira. Ia mengatakan kualitas air PDAM di lingkungannya memang kerap berubah-ubah.

Namun, pencemaran yang terjadi sekitar dua pekan terakhir menjadi salah satu yang paling mengkhawatirkan.

Baca juga: Viral Video Sopir Taksi Online Dibegal di Tangsel, Ternyata Penumpang Tak Mau Bayar

Saat air berubah keruh, warga tidak hanya menghindari menggunakannya untuk memasak, tetapi juga menunda mencuci pakaian hingga kondisi air kembali normal.

"Kalau air lagi keruh banget, kami enggak berani mencuci. Takut pakaian malah kotor. Biasanya tunggu sampai airnya bening dulu," kata dia.

Selama kondisi air keruh dan berlumpur, Sugiyoto harus membeli dua hingga tiga galon air isi ulang untuk kebutuhan memasak.

"Paling untuk minum beli air kemasan aja biar lebih terjamin, " tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sugiyoto berharap Perumda Tirta Patriot rutin memeriksa kualitas air agar masyarakat memperoleh kepastian bahwa air yang mengalir ke rumah mereka benar-benar layak digunakan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Minta Guru PAUD Ikut Ajarkan Anak Pilah Sampah Sejak Dini
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Daftar Harga 4 Mobil Baru Ford di GIIAS 2026
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Menelusuri Fashion Exhibition Ivan Gunawan Nusanova 2.0 Sekar Jagat
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Minta Dishub DKI Kaji Tuntutan Demo Sopir Angkot M44
• 1 jam lalukompas.com
thumb
MotoGP dan Sirkuit Silverstone perpanjang kerja sama hingga 2028
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.