Satgas Taman Nasional Berdialog dengan Pemimpin Redaksi, Perkuat Narasi Inovasi Pembiayaan Konservasi

tvonenews.com
1 minggu lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar pertemuan dengan para pemimpin redaksi media nasional di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu (5/8). Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk menyampaikan perkembangan kerja Satgas sekaligus memperoleh masukan media dalam membangun komunikasi publik mengenai pengelolaan Taman Nasional dan perlindungan spesies ikonik Indonesia.

Pertemuan tersebut menghadirkan Ketua Satgas Hashim Djojohadikusumo, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni selaku Wakil Ketua Bidang Regulasi, serta Mari Elka Pangestu selaku Wakil Ketua Bidang Investasi. Dialog membahas pentingnya inovasi pembiayaan konservasi, tantangan pengelolaan kawasan, pelibatan masyarakat, perdagangan karbon, Badan Layanan Umum (BLU), serta instrumen pembiayaan berkelanjutan lainnya.

Ketua Satgas Hashim Djojohadikusumo mengatakan konservasi harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Pembiayaan konservasi tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi memastikan ekosistem tetap terjaga sebagai fondasi kehidupan, ketahanan lingkungan, dan kesejahteraan generasi mendatang.

“Melindungi alam, menyejahterakan masyarakat, dan membangun masa depan Indonesia merupakan satu kesatuan. Inovasi pembiayaan dibutuhkan agar upaya konservasi dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang nyata dan berkeadilan bagi masyarakat sekitar kawasan,” ujar Hashim.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa 57 Taman Nasional dengan luas sekitar 27 juta hektare merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga. Pemerintah membutuhkan terobosan agar pengelolaan kawasan konservasi berjalan lebih efektif melalui penguatan tata kelola, kolaborasi multipihak, dan sumber pembiayaan yang berkelanjutan.

“Diperlukan sebuah terobosan. Kami menyambut baik kebijakan Presiden melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026. Satgas ini diarahkan untuk merevitalisasi 13 Taman Nasional serta dua lanskap konservasi spesies ikonik dengan melibatkan perguruan tinggi, LSM, dan berbagai organisasi yang bergerak di bidang konservasi,” kata Raja Juli.

Wakil Ketua Bidang Investasi Satgas Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa konservasi merupakan investasi untuk menjaga masa depan. Saat ini, dukungan pendanaan yang tersedia baru memenuhi sekitar 26 persen dari kebutuhan ideal pengelolaan Taman Nasional. Karena itu, sumber pembiayaan perlu dikembangkan melalui kombinasi pendanaan publik, swasta, filantropi, pembayaran berbasis hasil, kredit karbon, payment for ecosystem services, serta instrumen tematik seperti species bond.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makassar Kekeringan, 47 Ribu Warga di 6 Kecamatan Terdampak
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi III DPR Pastikan Tak Loloskan Calon Hakim yang Dinilai Tak Layak
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
SKM DPMPTSP Makassar Tembus 91,99, Warga Nilai Pelayanan Sangat Baik
• 9 jam laluharianfajar
thumb
3 Shio Dapat Rezeki Nomplok pada 15 Agustus 2026: Anjing Seperti Mimpi
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Gitar Handmade Jadi Jalan Rini Bangkit dan Perkuat Ekonomi Keluarga
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.