Taiwan menggelar latihan militer besar-besaran sebagai upaya mempersiapkan kemungkinan invasi China. Dalam latihan itu, Presiden Taiwan Lai Ching-te disimulasikan evakuasi darurat menggunakan kendaraan personel berlapis baja menuju pusat komando militer.
Dilansir Reuters, Jumat (7/8/2026), dalam latihan militer itu, Lai Ching-te melakukan perjalanan larut malam dengan menaiki kendaraan pengangkut personel lapis baja. Hal ini menjadi bagian dari latihan perang tahunan yang dirancang untuk menunjukkan antisipasi Taiwan jika terjadi perang.
Taiwan memulai latihan militer Han Kuang pada Rabu (5/8). Berlangsung selama 10 hari, latihan ini dirancang untuk memperkuat persiapan jika China, yang menganggap pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai wilayahnya sendiri, suatu saat menepati janjinya untuk merebut Taiwan dengan kekerasan jika perlu.
Kantor kepresidenan mengatakan pada Kamis (6/8) bahwa Lai dan sekelompok pejabat senior telah dibawa pada malam sebelumnya ke pusat komando, dan menunjukkan gambar dirinya mengenakan rompi antipeluru dan helm saat masuk ke bagian belakang kendaraan pengangkut personel lapis baja.
Lai dan anggota timnya "melakukan latihan tentang memimpin operasi pertahanan dan menjaga kelancaran fungsi pemerintahan selama situasi darurat," kata juru bicaranya, Karen Kuo, dalam sebuah pernyataan.
Latihan-latihan tersebut dimaksudkan untuk meninjau struktur komando, koordinasi antarlembaga, dan mekanisme tanggap darurat, untuk memastikan bahwa pemerintah dapat terus beroperasi secara efektif dalam menghadapi berbagai "keadaan yang tidak terduga," tambahnya.
(whn/amw)





