Trump Kembalikan Pungutan Tarif IEEPA hingga Rp1.800 Triliun

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengembalikan pungutan bea masuk sebanyak USD100 miliar atau sekitar Rp1.800 triliun.

Trump Kembalikan Pungutan Tarif IEEPA hingga Rp1.800 Triliun.

IDXChannel - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengembalikan pungutan bea masuk sebanyak USD100 miliar atau sekitar Rp1.800 triliun.

Dilansir dari Xinhua pada Jumat (7/8/2026), pengembian dilakukan setelah Mahkamah Agung AS menganulir tarif Hari Kebebasan Trump awal tahun ini.

Baca Juga:
25 Negara Bagian AS Gugat Tarif Global Baru Trump

Tarif tersebut berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Pengadilan menyatakan peraturan itu tidak bisa digunakan untuk memungut bea masuk.

"Sekitar USD100 miliar pengembalian dana, termasuk bea masuk ditambah bunga, telah diselesaikan hingga 31 Juli," kata Pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) Brandon Lord.

Baca Juga:
AS Akan Kenakan Tarif 15 Persen untuk Polisilikon, Bahan Baku Panel Surya dan Chip

Pemerintahan Trump mulai melakukan pengembalian sekitar 11 Mei setelah Mahkamah Agung AS memutuskan pada 20 Februari bahwa kebijakan bea masuk berdasarkan IEEPA tidak konstitusional.

 Menurut perkiraan yang dikeluarkan oleh Penn Wharton Budget Model, CBP diproyeksikan mengembalikan dana hingga USD175 miliar.

Baca Juga:
Pramono Beberkan Pertimbangan Naikkan Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Jadi Rp15 ribu 

Trump telah mengganti tarif IEEPA dengan bea masuk baru yang didasari peraturan berbeda. Puluhan mitra daganh dikenakai pungutan hingga 12,5 persen dengan tuduhan kegagalan mengatasi praktik kerja paksa. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya rebut juara Piala Presiden 2026 lewat adu penalti
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Bapanas Pastikan Pasokan Bawang Putih Nasional Aman
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Efektifkah Hukuman Mati untuk Memberantas Korupsi?
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Bukan Emas: Harga Barang Tambang Ini Meroket 622%, Jadi Rebutan Dunia
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mengapa Daerah Sulit Mandiri Fiskal? Pakar Otonomi Daerah Bongkar Akar Masalahnya | ROSI
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.