HARIAN.FAJAR.CO.ID, SINGAPURA – Pelatih Singapura, Gavin Lee, sesumbar mampu mematikan ketajaman striker Indonesia, Mitchell Baker. Ia menyiapkan strategi khusus agar mesin gol Garuda itu tidak berkutik.
Laga di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam, menjadi penentu nasib Indonesia. Kemenangan menjadi harga mati jika Garuda ingin melangkah ke semifinal Piala AFF 2026.
Jelang pertandingan penting tersebut, Gavin Lee mengakui Mitchell Baker merupakan ancaman terbesar di lini depan Timnas Indonesia. Penyerang berusia 19 tahun itu tampil tajam sepanjang turnamen dan telah mengoleksi empat gol, membuat namanya masuk dalam persaingan perebutan gelar top skor Piala AFF 2026.
Meski mengakui kualitas Baker, Lee menegaskan timnya telah memiliki bekal untuk meredam pergerakan sang striker. Menurutnya, pengalaman menghadapi penyerang bertubuh besar selama pemusatan latihan menjadi modal berharga bagi Singapura.
“Mitchell jelas memiliki profil permainan yang berbeda, namun keuntungan bagi kami adalah kami sempat menghadapi lawan dari Jepang yang memiliki postur tubuh besar selama pemusatan latihan praturnamen, jadi itu menjadi latihan yang bagus,” ujar Gavin Lee, dikutip dari Strait Times, Jumat (7/8/2026).
Lee juga menaruh kepercayaan besar kepada bek senior Harriss Harun untuk memimpin koordinasi lini pertahanan. Pengalaman yang dimiliki sang kapten diyakini menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan dari lini serang Indonesia.
“Pada turnamen-turnamen sebelumnya, kami juga pernah menghadapi penyerang dengan berbagai karakteristik, jadi dengan pengalaman yang dimiliki Hariss (Harun) di lini belakang, pertahanan kami berada di tangan yang tepat dan kokoh,” tutur Gavin Lee.
Meski banyak sorotan tertuju kepada Mitchell Baker, Lee menegaskan fokus utama timnya bukan hanya menghentikan satu pemain. Baginya, Singapura harus mampu memutus aliran bola dari seluruh lini permainan Indonesia agar Baker tidak memperoleh peluang berbahaya.
“Ini bukan soal bertahan menghadapi satu pemain, melainkan soal bertahan menghadapi tim lawan. Jadi bagi kami, kuncinya adalah bagaimana kami menetralisir upaya mereka untuk mengalirkan bola kepadanya,” ucap Gavin Lee.
Pertandingan di Stadion Jalan Besar dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi. Indonesia wajib membawa pulang kemenangan agar tetap menjaga peluang lolos ke babak semifinal Piala AFF 2026. Hasil selain menang akan membuat langkah skuad Garuda berada dalam posisi yang semakin sulit. (*)





