Eddy Soeparno Dorong Transformasi BUMN Berorientasi pada Keadilan Sosial dan Keberlanjutan

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan.

BUMN Diminta Jadi Agen Perubahan

Eddy Soeparno menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan sebagai Ketua Dewan Juri Kehormatan TJSL & CSR Award BUMN Track 2026.

Ia mengatakan transformasi BUMN yang telah berlangsung dari era Perusahaan Negara hingga menjadi korporasi modern perlu memasuki tahap baru dengan menciptakan nilai bagi masyarakat luas selain bagi pemegang saham.

“Keberhasilan BUMN memang tercermin dari meningkatnya nilai perusahaan, harga saham, dividen kepada negara, maupun pangsa pasar. Namun pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah keberhasilan tersebut juga menghadirkan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial, mengurangi kesenjangan, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

Eddy menegaskan konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kini tidak lagi sekadar kegiatan filantropi, melainkan telah menjadi bagian dari strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

“BUMN harus tampil sebagai agent of change sekaligus agent of social justice. Kehadiran BUMN harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ekonomi rakyat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.

Integrasikan TJSL dengan Strategi ESG

Eddy menjelaskan dunia usaha saat ini menghadapi perubahan paradigma karena investor tidak hanya mempertimbangkan indikator keuangan, tetapi juga aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Ia mengatakan isu perubahan iklim, efisiensi energi, transisi menuju energi bersih, pengelolaan limbah, hingga jejak karbon perusahaan menjadi faktor penting dalam keputusan investasi global.

“Hari ini investor tidak hanya melihat besarnya earning per share, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola carbon footprint-nya. Kinerja lingkungan kini menjadi faktor yang memengaruhi nilai perusahaan, daya saing, bahkan keputusan investasi,” katanya.

Menurut Eddy, implementasi TJSL perlu terintegrasi dengan strategi ESG agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Program TJSL adalah investasi jangka panjang yang memperkuat reputasi perusahaan, meningkatkan kepercayaan investor, menjaga keberlanjutan bisnis, sekaligus memperbesar nilai perusahaan di masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan TJSL & CSR Award BUMN Track 2026 sebagai sarana mendorong lahirnya praktik terbaik tanggung jawab sosial perusahaan di lingkungan BUMN.

“Ke depan, keberhasilan BUMN harus diukur melalui tiga dimensi sekaligus, yaitu kinerja ekonomi yang sehat, manfaat sosial yang nyata, dan kualitas lingkungan yang terus terjaga. Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama bagi BUMN untuk terus tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRIN: Indonesia Prioritaskan Kemampuan Teknologi Nasional, Bukan Sekadar Produk Riset
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kementerian ESDM kaji pengembangan PLTS sepanjang Tol Trans-Jawa
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Wamendagri Ribka Tinjau Langsung Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jayapura
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Sebut Industri Keuangan Syariah Tumbuh Positif
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Cara Mengatasi Kondisi Tidak Nyaman karena Teman Kerja Toksik
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.