JAKARTA, KOMPAS.TV - UEFA menegaskan tetap mempertahankan ancaman memboikot kompetisi FIFA meski badan sepak bola dunia itu telah meminta maaf atas rencana kontroversial penjualan kepentingan komersial Piala Dunia.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (6/8/2026), UEFA menyebut syarat yang mereka ajukan kepada FIFA belum dipenuhi.
Organisasi sepak bola Eropa itu juga menegaskan masih kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Sikap tersebut memperpanjang ketegangan antara UEFA dan FIFA di tengah krisis tata kelola yang membayangi organisasi tersebut menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.
UEFA: Syarat Cabut Ancaman Boikot Belum DipenuhiBaca Juga: Ketum PSSI Dukung Lagi Gianni Infantino, Erick Thohir: Tanpa Dukungan FIFA, Semua Sulit Terwujud
UEFA menyatakan sejak awal telah menetapkan dua syarat agar ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA dicabut.
Pertama, proposal penjualan kepentingan komersial kompetisi utama FIFA harus ditarik.
Kedua, FIFA harus memberikan jaminan bahwa upaya serupa tidak akan kembali dilakukan pada masa mendatang.
"Asosiasi-asosiasi UEFA telah sangat jelas mengenai syarat-syarat yang melekat pada ketidaksertaan dalam kompetisi FIFA. Pertama, proposal untuk menjual kompetisi-kompetisi besar harus ditarik, dan kedua, jaminan harus diberikan bahwa upaya-upaya serupa untuk merusak pertandingan dengan cara ini tidak akan pernah dilakukan lagi," bunyi pernyataan UEFA, dikutip dari Associated Press.
Namun, menurut UEFA, kedua syarat tersebut belum sepenuhnya dipenuhi.
"Syarat-syarat tersebut belum terpenuhi."
Baca Juga: Luis Figo Desak Presiden FIFA Gianni Infantino Mundur: Terlambat untuk Selamatkan Martabatnya
Selain mempertahankan ancaman boikot, UEFA menegaskan posisinya terhadap Gianni Infantino tidak berubah.
Dalam pernyataannya, UEFA menyebut masih kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA tersebut.
"UEFA telah menyatakan dengan sangat jelas dalam pernyataannya pada hari Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepresidenan Gianni Infantino. Posisi itu tetap berlaku."
UEFA juga menanggapi pertemuan tingkat tinggi yang digelar FIFA di Maroko pada Rabu (5/8/2026), yang menghasilkan pernyataan bahwa Infantino mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan FIFA.
Menurut UEFA, dukungan internal tersebut tidak mengubah sikap mereka.
"Pengumuman kemarin bahwa beberapa orang yang dipekerjakan oleh presiden FIFA (dan yang kariernya bergantung pada perkenannya) setuju dengannya, tidak mengubah apa pun," tulis UEFA.
FIFA Minta MaafBaca Juga: Erick Thohir Tegaskan Dukungan PSSI untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027
Sebelumnya, FIFA mengumumkan telah membatalkan rencana kontroversial untuk menjual sebagian keuntungan Piala Dunia melalui anak perusahaan komersial.
Dalam pertemuan di Maroko, FIFA juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan dalam penyusunan rencana tersebut serta berkomitmen memastikan hal serupa tidak kembali terjadi.
Badan sepak bola dunia itu menyatakan berharap langkah tersebut dapat membantu memulihkan kepercayaan terhadap organisasi setelah muncul gelombang kritik dari berbagai pihak.
Di luar UEFA, tekanan terhadap Gianni Infantino juga datang dari sejumlah organisasi lainnya.
Serikat pemain dunia, FIFPRO, menuduh Infantino melakukan "penyalahgunaan kekuasaan presiden yang mendalam".
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) telah menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino sebagai Presiden FIFA.
Organisasi hak asasi manusia Amnesty International juga menilai krisis yang terjadi saat ini menunjukkan perlunya reformasi tata kelola di tubuh FIFA.
Rangkaian kritik tersebut memperlihatkan, meski FIFA telah menarik rencana kontroversial tersebut dan menyampaikan permintaan maaf, sebagian pemangku kepentingan sepak bola internasional masih menuntut perubahan yang lebih mendasar dalam tata kelola organisasi.
Baca Juga: UEFA Bakal Tuntut FIFA Soal Rencana Jual Piala Dunia, Kirim Surat untuk Jaga Bukti
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV/Associated Press
- UEFA
- FIFA
- Gianni Infantino
- boikot FIFA
- Piala Dunia FIFA
- presiden fifa





