PADANG, KOMPAS — Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Barat Komisaris Besar Teddy Fanani diduga memukul seorang pengendara dalam sebuah perselisihan di jalan. Korban melaporkan kejadian ini ke bidang propam, sedangkan Polda Sumbar tengah menyelidiki peristiwa yang viral di media sosial itu.
Cuplikan video peristiwa tersebut diunggah oleh akun Facebook, Susi Suzanna, yang merupakan ibu korban. Video itu kemudian diunggah oleh sejumlah akun di Instagram dan viral, salah satunya @sumbarkareh_id.
Potongan asli video itu memperlihatkan mobil dinas polisi berplat nomor 9-III tiba-tiba memotong dan memberhentikan mobil perekam video.
Pria yang diduga Direktur Reskrimum Polda Sumbar Kombes Teddy Fanani keluar dan mengejar korban. Terduga pelaku terdengar memarahi korban yang berulang kali meminta maaf.
“Oknum anggota Ditreskrimum Polda Sumbar main hakim sendiri?” tulis Susi Suzanna dalam keterangan video di akun Facebook-nya.
Bill Irzano (23), korban pemukulan, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat siang saat dalam perjalanan menuju ke Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman.
Saat itu, Bill yang mengendarai mobil ingin menyalip mobil dinas polisi tersebut. Ia pun menekan klakson dan menghidupkan sein kiri sebelum menyalip. Setelah mobilnya melaju lebih dulu, sopir mobil dinas polisi itu ternyata hendak menyalip juga.
“Pas mau menyalip itu, ternyata driver-nya kaget,” kata Bill, Jumat siang.
Setelah kejadian tersebut, mobil dinas polisi itu menghentikan mobil korban dan empat orang segera mendatangi Bill. Korban pun berinisiatif meminta maaf, sedangkan terduga pelaku menuduh aksi korban telah membahayakan nyawanya.
“Padahal, saya sesuai jalur saja bawa mobilnya, tidak ambil jalan dia juga. Tiba-tiba dia langsung arogan memukul. Saya dipukul, ditinju,” kata Bill.
Akibat peristiwa itu, mata Bill merah dan bengkak. Kacamatanya juga patah akibat pemukulan tersebut.
“Saya mau visum dan melapor ke Polda Sumbar,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya membenarkan bahwa orang yang terlibat cek-cok di dalam video viral tersebut adalah personel Polda Sumbar.
Namun, Susmelawati enggan mengiyakan bahwa orang itu adalah Direktur Reskrimum Polda Sumbar Kombes Teddy Fanani. Adapun Teddy tidak merespon permintaan wawancara dari Kompas hingga berita ini diturunkan.
“Kapolda sudah memerintahkan Kabid Propam Polda Sumbar untuk lidik kejadian tersebut,” kata Susmelawati, Jumat sore.
Menurut Susmelawati, Kepala Polda Sumbar Inspektur Jenderal Djati Wiyoto Ardhy telah menegaskan bahwa tidak ada personel yang luput dari sanksi jika melakukan pelanggaran.
“Siapa pun dia, apa pun pangkatnya, apabila melakukan pelanggaran tentu saja tidak ada yang luput dari sanksi. Begitu penegasan dari Kapolda,” ujarnya.
Susmelawati menjelaskan, peristiwa di dalam video itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB di jalan akses ke Bandara Internasional Minangkabau. Saat kejadian, mobil Innova berplat merah tiba-tiba menyalip mobil anggota polisi itu dari sebelah kiri.
“Kemudian, membahayakan kepada mobil yang dikendarai oleh salah satu personel Polda Sumbar,” kata Susmelawati.
Meski demikian, sesuai perintah Kapolda, kata Susmelawati, informasi tersebut akan didalami dan ditindaklanjuti oleh Kabid Propam Polda Sumbar seperti apa peristiwa sebenarnya.
“Semua pihak akan dipanggil, baik internal Polda maupun pihak korban dalam permasalahan ini, untuk mengetahui bagaimana kejadian sebenarnya,” ujarnya.





