Terungkap Identitas Pemilik 1 Senpi di Gudang Sekolah Swasta Jaksel, Ternyata Sudah Meninggal

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Selain 995 air soft gun berbagai jenis di gudang sekolah swasta Jakarta Selatan, ada satu senjata api yang ikut ditemukan pada Jumat (10/7/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA itu dimiliki seorang berinisial DS.

“Saat pendalaman satu pucuk diduga senjata api ini, setelah didalami kepemilikan atas nama saudara DS,” kata Budi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Bunker di Sekolah Swasta Jaksel Sudah Diperiksa Polisi, Berisi Senpi Laras Panjang dan Narkoba

DS merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin, di mana mantan ketua yayasan berinisial IWD kini menjabat sebagai komisarisnya.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang ekspor impor senapan angin legal.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap 995 senapan angin yang ditemukan, diketahui bahwa semuanya diimpor pada 2008.

Saat ini, senpi itu masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Hanya saja, DS ternyata sudah meninggal dunia pada 2020.

Budi bilang, harusnya kepemilikan senjata api ini dilaporkan oleh pihak keluarga saat DS meninggal, untuk menentukan kepemilikan selanjutnya.

“Dan itu bisa kembali apakah menjadi hibah kepada keluarga yang bersangkutan ataupun beralih kepada kepemilikan orang lain, itu sudah diatur dalam satu regulasi,” jelas Budi.

Sementara itu, pengacara IWD, Alhadid Endar Putra, mengatakan memang ada seorang pembina bernama Suryo yang meninggal sesaat sebelum didirikannya ekskul menembak di sekolah swasta itu 

Baca juga: 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel Dipastikan Airsoft Gun, Ada Pula Senapan Angin

Suryo juga diketahui sebagai ayah dari ketua pengurus yayasan yang baru.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Rencana ekskul itu sebetulnya belum dibatalkan, namun belum ada kepastian lagi sejak pak Suryo meninggal dan air soft tersebut sudah tidak dapat digunakan,” kata Alhadid saat dikonfirmasi Kompas.com lewat panggilan telepon, Kamis (6/8/2026).

Hingga kini semua air soft gun berakhir menumpuk di gudang sekolah sampai akhirnya dibongkar pada Juli lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meta Disanksi Rp10 Triliun Lebih oleh Hakim New Mexico karena Dinilai Rusak Mental Anak
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hasil Liga Conference: Paes starter, Ajax menang 3-1 atas Shelbourne
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak Serok
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BGN Pecat 66 Kepala Dapur MBG karena Langgar Aturan, Bolos 10 Hari hingga Terlibat Judol
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Asing Net Buy Rp343 Miliar di Sesi I, Terciduk Kompak Serok BBRI
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.