Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui Dinas Pertanian mendapatkan bantuan APBN untuk mencetak sawah rakyat baru seluas 1.000 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan pada 2026.
"Cetak sawah baru ini merupakan hasil usulan kita ke Kementerian Pertanian. Usulan kita lebih dari 1.000 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, di Aceh Jaya, Jumat.
Dailami mengatakan, seluruh lahan yang diusulkan tersebut merupakan milik petani Aceh Jaya dengan kepemilikannya jelas, dan letaknya beririsan dengan sawah yang sudah ada.
Adapun lokasi cetak sawah baru yang sudah mulai dikerjakan sejauh ini meliputi Kecamatan Indra Jaya seluas 318 hektare, Kecamatan Jaya 145 hektare dan 221 hektare.
Kemudian, Kecamatan Pasie Raya 48,7 hektare, Kecamatan Sampoiniet 130 hektare, serta Kecamatan Setia Bakti dan Panga seluas 143 hektare.
Baca juga: Aceh Barat usulkan cetak sawah baru 10.000 Ha ke Pemerintah Pusat
Baca juga: Kementan percepat tanam Oplah dan CSR tingkatkan produksi pangan
Ia menjelaskan, perencanaan cetak sawah baru ini dilaksanakan oleh Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, kemudian dokumen lingkungannya dibuat tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
"Sedangkan pelaksanaan seluruhnya oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas 1 Medan, mulai dari kontrak hingga tender, Aceh Jaya sendiri sebagai penerima manfaat saja," ujarnya.
Ia menuturkan, untuk pagu anggaran awal percetakan sawah baru ini sebesar Rp35 juta per hektare, sehingga jika dikalkulasikan 1.000 hektare, Aceh Jaya mendapatkan Rp35 miliar.
Dirinya menambahkan, untuk daerah-daerah yang memiliki sumber air, pematang dan saluran, diharapkan desain perencanaannya bisa lebih bagus dari program 5- 10 tahun sebelumnya.
"Semua ini dikerjakan semua oleh pihak pelaksana sendiri, mulai dari usulan awal, pengolahan lahan sampai petani siap tanam," demikian Dailami.
Baca juga: KSP kawal program cetak sawah rakyat di Ogan Komering Ilir
Baca juga: Kementan: Cetak sawah berbasis komunitas tingkatkan ekonomi masyarakat
"Cetak sawah baru ini merupakan hasil usulan kita ke Kementerian Pertanian. Usulan kita lebih dari 1.000 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, di Aceh Jaya, Jumat.
Dailami mengatakan, seluruh lahan yang diusulkan tersebut merupakan milik petani Aceh Jaya dengan kepemilikannya jelas, dan letaknya beririsan dengan sawah yang sudah ada.
Adapun lokasi cetak sawah baru yang sudah mulai dikerjakan sejauh ini meliputi Kecamatan Indra Jaya seluas 318 hektare, Kecamatan Jaya 145 hektare dan 221 hektare.
Kemudian, Kecamatan Pasie Raya 48,7 hektare, Kecamatan Sampoiniet 130 hektare, serta Kecamatan Setia Bakti dan Panga seluas 143 hektare.
Baca juga: Aceh Barat usulkan cetak sawah baru 10.000 Ha ke Pemerintah Pusat
Baca juga: Kementan percepat tanam Oplah dan CSR tingkatkan produksi pangan
Ia menjelaskan, perencanaan cetak sawah baru ini dilaksanakan oleh Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, kemudian dokumen lingkungannya dibuat tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
"Sedangkan pelaksanaan seluruhnya oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas 1 Medan, mulai dari kontrak hingga tender, Aceh Jaya sendiri sebagai penerima manfaat saja," ujarnya.
Ia menuturkan, untuk pagu anggaran awal percetakan sawah baru ini sebesar Rp35 juta per hektare, sehingga jika dikalkulasikan 1.000 hektare, Aceh Jaya mendapatkan Rp35 miliar.
Dirinya menambahkan, untuk daerah-daerah yang memiliki sumber air, pematang dan saluran, diharapkan desain perencanaannya bisa lebih bagus dari program 5- 10 tahun sebelumnya.
"Semua ini dikerjakan semua oleh pihak pelaksana sendiri, mulai dari usulan awal, pengolahan lahan sampai petani siap tanam," demikian Dailami.
Baca juga: KSP kawal program cetak sawah rakyat di Ogan Komering Ilir
Baca juga: Kementan: Cetak sawah berbasis komunitas tingkatkan ekonomi masyarakat





