Pantau - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menilai pembangunan hunian subsidi Samesta Alonia Kemayoran oleh Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) menjadi penanda kembalinya Perumnas sebagai pemain utama dalam penyediaan perumahan rakyat saat menghadiri groundbreaking proyek tersebut di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Fahri menyatakan pembangunan itu bukan sekadar peletakan batu pertama, melainkan momentum kebangkitan Perumnas dalam menghadirkan hunian layak sekaligus membantu mengatasi backlog perumahan nasional.
Ia mengungkapkan, "Ini bukan peletakan batu pertama, tetapi ini adalah penanda kembalinya Perumnas sebagai pemain utama dari perumahan rakyat."
Target Tiga Juta Rumah Tetap DikejarFahri menilai kehadiran kembali Perumnas sebagai pemain utama sangat penting untuk memastikan penyediaan hunian yang terjangkau terus diperluas kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menegaskan target pembangunan tiga juta rumah tetap menjadi komitmen pemerintah.
Menurut Fahri, target tersebut harus diwujudkan melalui skema pembangunan perumahan yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara luas.
Fahri meyakini target pembangunan tiga juta rumah dapat dicapai karena skala pekerjaan pemerintah bersifat transformatif.
Ia menilai pembangunan perumahan harus ditempatkan sebagai agenda besar untuk memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat.
Fahri berharap kota-kota besar seperti Jakarta tidak lagi memiliki kawasan kumuh.
Ia juga berharap tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di bawah kolong jembatan karena hunian layak harus dapat dijangkau seluruh masyarakat.
Fahri menegaskan rumah perlu dipandang sebagai hak masyarakat.
Menurut Fahri, pemerintah harus menghadirkan hunian yang murah, terjangkau, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Ia optimistis pemenuhan kebutuhan hunian secara berkelanjutan akan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju sesuai cita-cita pembangunan nasional.
Fahri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong transformasi sektor perumahan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Ia berharap pembangunan hunian rakyat dapat berjalan lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan.
Perumnas Bangun 609 Unit Hunian SubsidiPerum Perumnas memulai pembangunan hunian subsidi berbasis rumah susun Samesta Alonia Kemayoran di Jakarta Pusat dengan total 609 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pelaksana Tugas Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan proyek Samesta Alonia Kemayoran merupakan proyek strategis Perumnas untuk memenuhi kebutuhan hunian layak di kawasan perkotaan.
Imelda menjelaskan proyek tersebut dibangun melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan yang melibatkan kementerian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perbankan Himbara, dan mitra kontraktor.
Ia menyebut pembangunan Samesta Alonia menggunakan skema kerja sama dengan kontraktor (turnkey) sehingga tidak memanfaatkan penyertaan modal negara (PMN).
Hunian tersebut dibangun di atas lahan di kawasan Kemayoran dengan tiga tipe unit yang ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi syarat rumah subsidi.
Sasaran utama proyek tersebut adalah pembeli rumah pertama dengan batas maksimal penghasilan Rp12 juta per bulan bagi pembeli lajang dan Rp14 juta per bulan bagi pembeli yang telah berkeluarga.
Imelda mengatakan harga unit berkisar antara Rp417 juta hingga Rp527 juta sesuai ketentuan terbaru Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap proyek Samesta Alonia Kemayoran cukup tinggi.
Dari total 609 unit yang akan dibangun, Perumnas telah menerima lebih dari 1.100 nomor urut pemesanan (NUP).
Sekitar 450 calon pembeli juga telah lolos proses pemeriksaan awal dari perbankan.




