jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Kamis (6/8) kemarin menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30.
Selain itu, APJII juga menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJII dan Internet Days 2026 mengusung tema "Koneksi Baik untuk Negeri" selama rangkaian peringatan HUT ke-30.
BACA JUGA: APJI dan Kalbe Nutritionals Gaungkan Gaya Hidup Sehat, Berdayakan UMKM Kuliner Lokal
Ketua Umum APJII Muhammad Arif menyebut internet saat ini sudah berkembang sebagai infrastruktur strategis yang menentukan daya saing bangsa.
Menurut dia, pembangunan konektivitas ke depan bukan sekadar menghadirkan jaringan, melainkan memastikan akses internet yang cepat, berkualitas, dan terjangkau.
BACA JUGA: UMKM Binaan APJI DKI Jakarta Tampil di Food Beverage Indonesia 2024
"Tantangan kita bukan lagi soal perluasan akses, je depan, tantangan kita itu menghadirkan konektivitas yang berkualitas sebagai fondasi transformasi digital Indonesia," kata Arif melalui keterangan persnya dikutip Jumat (7/8).
Menurut Arif, APJII berkomitmen mendorong pertumbuhan ekosistem digital nasional yang inklusif, termasuk perluasan akses internet hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
BACA JUGA: APJII: Penetrasi Internet di Indonesia 81,72 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
APJII, kata dia, akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, termasuk mendukung berbagai program Kampung Internet, serta mendorong terwujudnya layanan internet berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps.
Hasil Survei APJII mencatat peningkatan penetrasi internet Indonesia tiga tahun terakhir. Pada 2024, penetrasi mencapai 79,5 persen atau sekitar 221 juta jiwa.
Angka tersebut terus meningkat hingga pada 2026 mencapai 81,72 persen, setara dengan sekitar 235 juta pengguna internet di seluruh Indonesia.
Arif menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa internet kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi digital nasional.
"APJII akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital Indonesia berjalan secara inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail menyampaikan apresiasi ke APJII atas 30 tahun kontribusi dalam pembangunan internet di Indonesia.
Menurut Ismail, kualitas koneksi internet selama ini telah menjadi prasyarat dalam banyak aktivitas masyarakat.
"Jadi ini adalah prasyarat yang dibangun oleh teman-teman (APJII, red) dan kalau begitu saja pemerintah enggak bisa apresiasi, keterlaluan," kata Ismail.
Pemerintah, kata Ismail, berharap APJII bisa membantu Indonesia menjadi tuan rumah dalam hal konektivitas.
Menurutnya, pemerintah tak ingin Indonesia hanya menjadi pasar bagi perusahaan-perusahaan global.
Selain itu, Ismail juga berharap agar para layanan provider di bawah APJII ikut mengawasi penggunaan internet secara berkualitas.
Dia mengaku khawatir konten di internet dipenuhi oleh unsur negatif, sehingga memengaruhi generasi masa depan.
"Ini satu hal yang sangat berat. Enggak bisa ditangani pemerintah sendiri. Hanya bisa kalau bersatu-padu di antara elemen-elemen urusan digital ini," kata Ismail. (ast/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




