Probolinggo (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum juga berhasil dipadamkan meski telah memasuki hari kelima. Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, Balai Besar TNBTS mengungkap dugaan awal penyebab munculnya api yang membakar hamparan sabana Bromo.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan hasil penelusuran sementara menunjukkan titik awal kebakaran berada di jalur penghubung lokal antara Desa Argosari dan Desa Ranupane. Dari lokasi tersebut, api diduga berasal dari aktivitas manusia yang tidak disengaja.
Menurutnya, ada kemungkinan seseorang menyalakan api untuk menghangatkan badan saat suhu dingin di kawasan pegunungan. Namun, bara api diduga tidak dipastikan padam sebelum lokasi ditinggalkan sehingga menyulut vegetasi kering di sekitarnya.
“Hasil pengecekan kami menunjukkan titik api pertama berada di jalur lokal yang menghubungkan Desa Argosari dengan Desa Ranupane. Dugaan sementara, api berasal dari perapian atau api unggun yang tidak dipadamkan secara sempurna,” kata Rudijanta.
Dengan kondisi rerumputan yang mengering dan embusan angin yang cukup kuat, kobaran api kemudian dengan cepat meluas ke sejumlah area sabana. Petugas gabungan hingga kini masih melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kebakaran agar tidak merambat ke kawasan lain.
Meski indikasi penyebab kebakaran mulai teridentifikasi, pihak Balai Besar TNBTS belum melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Seluruh personel masih difokuskan pada penanganan kebakaran, sedangkan proses investigasi dan kemungkinan penegakan hukum akan dilakukan setelah situasi berhasil dikendalikan.
Selain menghanguskan kawasan konservasi, kebakaran ini juga berdampak terhadap aktivitas wisata di Gunung Bromo. Penutupan tiga pintu masuk wisata membuat jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan.
Rudijanta menyebut penurunan kunjungan mencapai sekitar 25 persen dibandingkan hari-hari normal. Meski pengelola telah mengarahkan wisatawan untuk memanfaatkan akses lain yang masih dibuka, tidak sedikit wisatawan yang akhirnya membatalkan perjalanan ke Bromo akibat pembatasan tersebut. (rap/ian)




