Alat Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Dicuri

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Gayo Lues: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bumi di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Akibatnya, operasional pemantauan seismik di lokasi itu mengalami gangguan.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan Sugeng Prayitno mengatakan kejahatan tersebut menelan kerugian materiil hingga Rp246.442.213.

"Lumpuhnya Site BGASI memangkas kemampuan jaringan BMKG dalam menentukan parameter gempa secara cepat. Keterlambatan informasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat," kata Sugeng, dilansir dari Antara, Jumat, 7 Agustus 2026. 
 

Baca Juga :

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pemulihan Akses di Gayo Lues

Sugeng menjelaskan pelaku merusak pintu shelter dan memotong kabel instalasi untuk mengambil sejumlah perangkat pemantau gempa. Barang yang dicuri antara lain digitizer, modem VSAT, baterai, hingga set kabel solar panel.

Gangguan operasional terdeteksi setelah transmisi data terhenti total sejak Rabu, 29 Juli 2026. Tim BMKG kemudian melakukan pemeriksaan lapangan untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, Senin, 3 Agustus 2026. 

Lumpuhnya Site BGASI dilaporkan mengancam keselamatan warga. Apalagi, Gayo Lues berada tepat di lintasan Sesar Sumatra Segmen Tripa yang aktif dan berpotensi memicu gempa hingga 7,4 magnitudo

Ancaman tersebut tercatat pernah memicu kerusakan puluhan bangunan pada gempa 4,9 magnitudo tahun 2017 serta gempa 5,6 magnitudo pada 22 Juli 2026 yang merusak fasilitas umum setempat.

Pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Gayo Lues melalui STPL Nomor LP/B/42/VIII/2026/SPKT/POLRES GAYO LUES/POLDA ACEH untuk penyelidikan lebih lanjut.


Bagian peralatan pemantau gempa bumi yang terisa usai aksi pencurian di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. ANTARA/HO-BMKG


Berdasarkan catatan Biro Hukum Humas dan Kerjasama BMKG, peristiwa di Gayo Lues menambah panjang rentetan aksi vandalisme infrastruktur pemantau bencana di Indonesia. Sedikitnya 15 kasus pencurian serupa tercatat sejak tahun 2015 hingga 2026.

Rentetan kasus tersebut antara lain melanda Garut, Jawa Barat (2015); Muara Dua, Sumatera Selatan (2017); Manna, Bengkulu (2018); Indragiri Hilir, Riau (2022); Kluet Utara, Aceh Selatan (2022); Sorong dan Sausapor, Papua Barat (2022); Jambi (2022); Pulau Banyak, Aceh Singkil (2024); empat kasus di Sidrap, Sulawesi Selatan (2025); serta yang terbaru di Gayo Lues.

Untuk itu, BMKG mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah bersatu menjaga fasilitas pemantau gempa sebagai aset vital negara yang menyokong keselamatan jiwa bersama dari ancaman bencana.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham SpaceX Naik 23% dalam 2 Hari, Kapitalisasi Pasar Tambah USD 327 Miliar
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
BGN Bantah Guru Dibebani Program MBG: Hanya Dampingi Siswa saat Makan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Teken Perjanjian Pertahanan Bersama
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Dokter Tirta Soroti Sistem BPJS Usai Kasus Yurizal Viral, Sebut Harus Ada Perbaikan
• 12 detik laluviva.co.id
thumb
Ratusan Ormas Bergabung, Ketum Formas: Modal Besar untuk Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.