Bisik-bisik Reshuffle Setelah Agustusan Mencuat Lagi

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Berhembus kabar adanya perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto setelah 17 Agustus mendatang. Sejumlah petinggi parpol hingga Istana merespons isu tersebut.

Dihimpun detikcom, Sabtu (8/8/2026), informasi yang diterima menyebutkan reshuffle akan dilakukan setelah 17 Agustus 2026. Kabar menyebut kocok ulang kabinet ini bersifat kecil-kecilan alias sekadar mengisi jabatan yang saat ini kosong.

Waketum PAN Saleh Partaonan Daulay jadi salah satu yang merespons isu tersebut. Ia mengatakan persoalan reshuffle merupakan hak prerogatif Prabowo.

"Soal reshuffle, itu adalah hak prerogatif Presiden. Para pembantu dan partai-partai koalisi tidak perlu menanggapi terlalu jauh. Apalagi fenomena reshuffle bukan hanya isu sekarang. Di setiap rezim pemerintahan, isu ini selalu ada," kata Saleh saat dihubungi.

Ia mengatakan ketumnya, Zulkifli Hasan, memerintahkan agar PAN tetap bekerja sungguh-sungguh. Dia pun menyerahkan diskusi reshuffle kabinet kepada masyarakat.

"PAN meninggalkan ruang diskusi soal itu bagi para akademisi, pengamat, dan masyarakat. Mereka bisa saja menyampaikan pendapat yang baik yang perlu dipertimbangkan. Dengan begitu, semua komponen masyarakat bisa terlibat. Itu tentu baik dalam membangun demokrasi," ucap dia.

Baca juga: Pakar Bicara Reshuffle untuk Pulihkan Kepercayaan Publik

Senada dengan Saleh, Waketum Demokrat Dede Yusuf juga mengatakan reshuffle kabinet hak prerogatif Prabowo. Ia juga memandang menteri-menteri mitranya di Komisi II DPR sudah bekerja dengan baik.

"Hak prerogatif Presiden yang lebih memahami soal itu, kalau di mitra saya di Komisi II, tampaknya sudah perform dengan baik semua," ujar Dede Yusuf

Namun pimpinan Komisi II DPR ini tidak tahu kinerja menteri lainnya. "Kalau untuk semua menteri, saya tidak paham ya. Hanya yang di Komisi II," imbuhnya.

Selanjutnya, PDIP juga merespons kabar reshuffle kabinet. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyerahkan kepada pihak Istana terkait hal itu.

"Nggak tahu, saya, mesti tanya ke pemerintah, ke jubir Istana," tutur dia.

Kemudian, perihal survei kepuasan publik terhadap pemerintah yang belakangan menurun, Andreas menyebut pemerintah mungkin punya versinya sendiri. Ia enggan mengomentari apakah reshuffle kabinet salah satu cara menaikkan kinerja pemerintah di mata publik.

"Dari hasil-hasil survei ini, apa respons pemerintah? Pemerintahnya merasa jelek tidak. Mungkin hasil survei tidak seperti yang dilihat pemerintah. Mungkin pemerintah punya hasil survei sendiri," tutur dia.




(fca/rfs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersenyum Tipis saat di Kejagung
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Konsepsi Ketangguhan dalam Indonesia Art Competition 2026
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Jalan Abdul Muis Depan Gedung Bapenda Masih Ditutup Usai Kebakaran, Arus Lalu Lintas Dialihkan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Partai Komunis Tiongkok Menyusup ke Kanada? Kasus Dugaan Mata-Mata Terhadap NATO Ungkap Celah Sistem Pemeriksaan Keamanan Kanada
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Mendag Mendorong Pertemuan JTC Indonesia-Mesir Digelar Tahun Ini untuk Memperkuat Perdagangan
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.