Mendag Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan agar UMKM Indonesia Makin Kuat di Pasar Global

pantau.com
18 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong penerapan sistem perdagangan berbasis aturan atau rules-based trading system untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas partisipasi di pasar internasional.

Dorongan tersebut disampaikan Budi dalam Pertemuan Para Menteri Perdagangan BRICS atau BRICS Trade Ministers' Meeting di Jaipur, India, Jumat (7/8/2026).

Menurut Budi, sistem perdagangan yang memberikan kepastian, adil, dan inklusif menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk berkembang melampaui pasar domestik.

"UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, UMKM masih menghadapi berbagai hambatan struktural. Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan yang paling mendasar," ujar Budi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Indonesia Dorong Tiga Prioritas Pembiayaan UMKM

Indonesia mendorong tiga prioritas utama untuk memperluas akses pembiayaan UMKM di negara berkembang.

Prioritas tersebut mencakup peningkatan literasi pembiayaan bagi UMKM, perluasan inklusivitas pembiayaan digital, serta diversifikasi program pembiayaan yang adaptif dan fleksibel.

Indonesia juga menekankan pentingnya membangun rantai nilai global yang lebih tangguh dengan memperkuat kemampuan ekonomi dari dalam negeri.

Pemerintah mengusulkan empat bidang utama untuk meningkatkan kualitas rantai nilai global, yakni konektivitas, fasilitasi perdagangan, kapasitas domestik, serta kebijakan perdagangan dan investasi yang kondusif.

Penguatan konektivitas dilakukan melalui pembangunan infrastruktur transportasi, logistik, dan digital yang efisien agar pelaku usaha semakin terhubung dengan pasar regional maupun global.

Fasilitasi perdagangan juga didorong melalui prosedur yang lebih sederhana, cepat, dan dapat diprediksi untuk menekan biaya perdagangan sekaligus meningkatkan partisipasi pelaku usaha dalam jaringan produksi global.

Indonesia turut mendorong investasi dalam pengembangan keterampilan, inovasi, dan dunia usaha agar perusahaan serta tenaga kerja mampu menghasilkan produk dan layanan dengan nilai tambah lebih tinggi.

"Indonesia meyakini, kemajuan di keempat bidang tersebut akan membantu negara-negara berkembang membangun rantai nilai global yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan," kata Budi.

AI dan Komputasi Awan Jadi Perhatian BRICS

Budi mengatakan perkembangan jaringan produksi global yang semakin kompleks membuat sektor jasa dan teknologi baru memiliki peran semakin besar dalam penciptaan nilai dan inovasi.

Kecerdasan artifisial (AI) dan cloud computing menjadi bagian dari teknologi yang dinilai semakin penting dalam perkembangan perdagangan dan jaringan produksi global.

Indonesia memandang kerja sama BRICS dalam mendorong interoperabilitas dan pengaturan saling pengakuan atau mutual recognition arrangements sebagai langkah penting untuk membangun kepercayaan dan memperluas partisipasi di berbagai pasar.

Kerja sama tersebut tetap perlu dilaksanakan dengan memperhatikan hukum nasional dan kerangka regulasi yang berlaku di masing-masing negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Lahap Ruang Sistem Pengendali Lalin, Lampu Merah Diatur Manual Sementara
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Terparah di India Telan Nyaris 100 Korban Jiwa
• 9 jam laludetik.com
thumb
Peradi: Probono Tidak Dibiayai Negara, Murni Inisiatif Advokat
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Iuran Jalan Terus Warga Cuma Dapat Angin, PDAM Tegaskan Pengelola Perumahan Dilarang Jual Air Tanah
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Uji Coba Serie A Hari Ini: Big Match Juventus vs Inter dan AC Milan Tantang Chelsea di Jakarta
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.