Kisah Empat Hari Memburu Tiket Upacara 17 Agustus di Istana

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Waktu masih menunjukkan pukul 09.00, tetapi Mukti dan istrinya sudah bersiap dengan ponsel di tangan untuk “berperang” mengakses situs pandang.istanapresiden.go.id yang akan dibuka satu jam setelahnya. Sembari menunggu waktu, pasangan warga Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu berulang kali memastikan koneksi dan kuota internet tersedia. Mereka tak mau ada satu pun kendala teknis yang menghalangi usaha mendapatkan tiket upacara peringatan hari kemerdekaan secara langsung di Istana Kepresidenan.

Bagaimana tidak, Sabtu (8/8/2026) ini merupakan hari keempat bagi Mukti dan istri mencoba peruntungan mendapatkan tiket tersebut. Ini juga sudah memasuki gelombang kedua “war” tiket upacara 17 Agustus 2026 yang dibuka oleh Kementerian Sekretariat Negara.

Gelombang kedua pendaftaran berlangsung selama dua hari ke depan. Artinya, Mukti dan istrinya hanya memiliki waktu dua hari lagi untuk mendapatkan tiket upacara bersama Presiden dan Wakil Presiden yang diperebutkan warga lain.

“Siapa tahu salah satu ada rezeki (untuk mendapatkan tiket),” kata Mukti saat dihubungi, Sabtu pagi.

Sebelum gelombang kedua dibuka, Mukti juga sudah berusaha mendapatkan tiket saat gelombang pertama dibuka pada Rabu-Jumat (5-7/8/2026). Selama tiga hari berturut-turut, pegawai honorer di salah satu kementerian itu hanya mengandalkan satu ponsel yang ia miliki untuk menembus laman pendaftaran.

Ketika memasuki situs pandang.istanapresiden.go.id, Mukti memang bisa masuk pada laman antrean. Akan tetapi, tidak ada kepastian sampai kapan ia harus menunggu lalu masuk dan mengisi sederet ketentuan administrasi yang dipersyaratkan.

Kendati tanpa kepastian, Mukti tetap menunggu perkembangan di laman itu. Setelah berselang satu jam, bukan laman pengisian administrasi yang muncul, melainkan notifikasi bahwa kuota pendaftaran sudah habis.

Sekali kehabisan kuota tak membuat Mukti jera. Ia menyegarkan kembali laman lalu mengulang proses yang sama dengan sebelumnya. Setelah 45 menit, pemberitahuan yang sama kembali ia dapatkan.

Upaya itu tak henti dilakukan Mukti pada hari berikutnya. Semula, ia sudah berusaha berdamai karena belum bisa mendapatkan tiket. Namun, asa kembali muncul dalam dirinya ketika pemerintah memberikan kuota tambahan dan membuka kembali gelombang kedua pendaftaran.

Bagi Mukti, bisa mendapatkan satu tiket saja akan sangat penting. Tiket itu pun bukan untuk dirinya. “Mertua saya kepingin sekali, sekali saja bisa ikut upacara langsung di Istana,” ungkapnya.

Mukti pun bukan satu-satunya warga yang berusaha keras mendapatkan tiket upacara 17 Agustus di Istana. Sejak pendaftaran dibuka, ratusan ribu warga dari berbagai penjuru Indonesia sudah memperebutkannya.

Baca JugaIngin Ikut Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka? Siap-siap ”War” Tiket

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melalui keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026), mengungkapkan, pada hari pertama pendaftaran ada lebih dari 128.000 warga yang mendaftar. Mereka bukan hanya warga yang berada di seluruh penjuru Nusantara, melainkan juga warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.

“Pada hari pertama kemarin, tercatat 128.331 warga mengikuti war ticket. (Mereka) tersebar di 36 provinsi, bahkan ada peserta dari mancanegara, di antaranya Amerika Serikat, Australia, Rusia, Jerman, Britania Raya, Turki, Prancis, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia,” tutur Prasetyo.

Artinya, pada hari pertama, jumlah warga yang berusaha mendaftar sudah hampir 16 kali lipat dibanding kuota yang disediakan. Sebab, dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 RI, pemerintah menyediakan tempat untuk 8.100 warga mengikuti upacara 17 Agustus 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta. Keikutsertaan itu dibagi dua, yakni pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi yang dilaksanakan pada pagi hari, serta Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari.

Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, prosedurnya sebenarnya sederhana. Warga hanya perlu mengakses situs lalu mengunggah foto kartu tanda penduduk (KTP) serta berswafoto dengan KTP itu. Jika berhasil melewati antrean dan kuota masih tersedia, warga akan mendapatkan notifikasi melalui surat elektronik serta tanda bukti untuk mengambil undangan secara fisik di Istana. Seluruh proses gratis.

Baca JugaMaju-maju Istanaku
Diskusi publik

Akan tetapi, persaingan untuk mendapatkan tiket upacara 17 Agustus itu tidak sesederhana prosedurnya. Hal itu pun menjadi salah satu pembicaraan yang berkembang di jagat maya selama beberapa hari.

Di platform media sosial Threads, misalnya, sejumlah warganet membagikan pengalaman yang hampir serupa: menunggu berjam-jam tetapi kehabisan kuota. Salah satunya akun @raisaaelya.

Lewat utasnya, akun @raisaaelya bercerita, ia tetap kehabisan kuota meskipun sudah menggunakan beberapa gawai. Bahkan, ia mengunggah foto laptop, dua komputer tablet, dan empat ponsel yang sama-sama digunakan untuk mendaftar, dan semuanya kehabisan kuota.

Saking banyaknya yang tak berhasil, beberapa akun bahkan meminta saran mengenai cara agar bisa mendapatkan tiket. Namun, bukan berarti semua cerita tentang war tiket 17 Agustus melulu soal kegagalan. Ada pula yang mendapatkannya dengan berbagai trik.

Akun @novandanda menceritakan, akhirnya mendapatkan tiket di hari keempat pendaftaran. Yang berbeda dengan tiga hari sebelumnya, ia mencoba menyegarkan kembali (refresh) laman antrean selama waktu tunggu. “Di-refresh aja terus sampe masuk isi data diri. Selamat mencobaa,” tuturnya.

Kemudian akun @ahmadrifqi2026 mengunggah foto situasi di sebuah warung internet (warnet) tempatnya mendaftar. Menurut dia, di warnet yang sepi, peluang untuk mendapatkan tiket menjadi lebih besar.

Lebih dari berbagi pengalaman, beberapa akun yang berhasil juga menawarkan jasa war tiket. Akun @tiptik.byshaz mempromosikan jasa untuk mendapatkan tiket upacara 17 Agustus, dengan tarif Rp 80.000. Untuk meyakinkan warganet, akun itu juga menyebutkan memiliki tim yang berpengalaman dan bisa memeriksa testimoni dari para pengguna jasa di kanal media sosial X dan Instagram.

Di tengah diskusi publik yang berkembang hingga tawaran jasa untuk mendapatkan tiket, bahkan jual beli undangan yang bermunculan, Kementerian Sekretaris Negara melalui akun Instagramnya kembali mengingatkan akan bahaya penipuan di jagat maya. Melalui keterangan tertulis, Kemensetneg kembali mengingatkan bahwa nantinya, undangan tidak bisa dipindahtangankan karena ada proses verifikasi KTP.

Baca Juga”War” Tiket Upacara 17 Agustus, Lebih Sengit dari Konser Coldplay

Warga juga diminta untuk berhati-hati terhadap transaksi jual beli undangan yang berlangsung di media sosial. Juga agar tidak memberikan data atau dokumen pribadi kepada jasa perantara pendaftaran.

Di tengah riuh orang yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan tiket, Mukti masih terus memegang erat ponselnya. Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 waktu ia kembali membuka situs pandang.istanapresiden.go.id dan mengklik pilihan “daftar sekarang”. Koneksi internet sudah dipastikan stabil, kuota terisi penuh. Tetapi yang muncul masih antrean.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Cara Mengenali Orang yang Benar-benar Baik Hati Dilihat dari Cara Memperlakukan Orang Lain
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gedung Bapenda DKI Kebakaran Hebat, Polisi Masih Selidiki Penyebab
• 9 jam laludisway.id
thumb
Aplikasi Kencan Gen Z Ini Optimalkan Matchmaking dengan AI, Tak Perlu Swipe Lagi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Arahan Presiden Prabowo Bikin Tenang, Gaji PPPK Diusulkan Ditarik ke Pusat, Faktanya Terungkap
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Kemenaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas, 208 Peserta Ikuti Program Kewirausahaan di Makassar
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.