Ilmuwan Ungkap Penyebab Pikun, Terapi Baru Ditemukan

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi pelupa atau pikun. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia — Semakin bertambahnya usia, seseorang kerap mengalami penurunan daya ingat atau pikun. Ternyata, tak hanya soal usia, pikun disebabkan perubahan spesifik di tingkat molekuler dalam otak.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Virginia Tech menemukan bahwa hilangnya memori berkaitan dengan proses molekuler tertentu yang bisa ditargetkan untuk terapi di masa depan.

"Penelitian ini menunjukkan penurunan ingatan terkait dengan perubahan molekuler spesifik yang bisa dipelajari dan ditargetkan," ujar Timothy Jarome, profesor madya di Fakultas Ilmu Hewan, Pertanian dan Ilmu Hayati, dikutip dari ScienceDaily, Sabtu (2/5/2026).


Ia menjelaskan, memahami pemicu di tingkat molekuler dapat membuka jalan untuk mengetahui penyebab demensia serta mengembangkan pendekatan pengobatan baru.

Penelitian ini menyoroti proses molekuler bernama poliubikuitinasi K63, yang berperan mengatur perilaku protein dalam sel otak.

Jika proses ini berjalan normal, neuron dapat berkomunikasi dengan baik dan memori dapat terbentuk secara optimal

Namun saat penuaan, di hipokampus (pusat memori), aktivitas meningkat, tapi di amigdala (memori emosional), aktivitas justru menurun. Perubahan ini diduga menjadi salah satu penyebab utama gangguan memori

Para peneliti menggunakan teknologi penyuntingan gen seperti CRISPR untuk mengatur ulang proses tersebut.

Hasilnya, penyesuaian di kedua area otak mampu meningkatkan kinerja memori dan fungsi ingatan menunjukkan perbaikan signifikan.

Dalam studi lain, tim juga meneliti gen IGF2, yang berfungsi dalam pembentukan memori. Gen ini mengalami penurunan fungsi akibat proses metilasi DNA (penambahan penanda kimia yang menonaktifkan gen).

Dengan teknik CRISPR-dCas9, peneliti berhasil mengaktifkan kembali gen tersebut dan meningkatkan memori secara signifikan pada tikus berusia tua.

Peneliti menekankan bahwa intervensi harus dilakukan pada waktu yang tepat. Pada subjek paruh baya yang belum mengalami gangguan memori, efeknya tidak signifikan.

"Ketika gen diaktifkan kembali, performa memori meningkat. Namun waktu intervensi sangat penting-harus dilakukan saat penurunan mulai terjadi," jelas Jarome.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Luis Figo Desak Infantino Mundur Usai Kontroversi Saham Piala Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mardani Ali Sera Lihat Kabinet Bayangan Bukan Sindiran ke Parlemen: Ini Memperkuat Fungsi DPR
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
RAPBN 2027, Penarikan Pajak Didorong Sasar Korporasi Besar dengan Windfall Profit
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapolri Dukung Program Pemerintah Hadapi Situasi Global: Kita Harus Mandiri
• 19 jam laludetik.com
thumb
Mendag Dorong Pembahasan Perluasan Akses Pembiayaan UMKM di BRICS TMM
• 12 jam laludetik.com
thumb
DJKI Sita 9.609 Pasang Sepatu Diduga Langgar Merek ASICS
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.