VIVA – Nama Ratna Sari Dewi Soekarno mungkin sudah tidak sesering dulu terdengar di Indonesia. Namun, kisah perempuan asal Jepang ini tidak pernah benar-benar lepas dari sejarah kehidupan Presiden pertama RI, Soekarno.
Pernah menjadi pendamping sang presiden, Ratna Sari Dewi kemudian menjalani kehidupan yang panjang dan penuh warna setelah Soekarno meninggal dunia.
Kini, puluhan tahun berlalu, sosok yang di Jepang dikenal sebagai Dewi Fujin tersebut masih eksis dan menjalani kehidupannya di Negeri Sakura. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dihimpun Viva pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Bertemu Soekarno Saat Masih Berusia 19 Tahun
Ratna Sari Dewi lahir dengan nama Naoko Nemoto di Tokyo, Jepang, pada 6 Februari 1940. Ia kemudian mendapatkan nama Ratna Sari Dewi Soekarno setelah menikah dengan Soekarno.
Kisah pertemuan keduanya terjadi ketika Naoko Nemoto masih berusia 19 tahun. Kala itu, Soekarno yang berusia 57 tahun sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang.
Pertemuan tersebut kemudian berlanjut hingga Soekarno mengundang Naoko Nemoto datang ke Indonesia. Hubungan keduanya semakin dekat dan berakhir pada pernikahan pada 1962.
Setelah menjadi istri Soekarno, Naoko Nemoto dikenal dengan nama Ratna Sari Dewi. Pernikahan tersebut kemudian dikaruniai seorang putri yakni, Kartika Sari Dewi Soekarno.
Sebelum menjadi istri Soekarno, Naoko diketahui merupakan seorang pelajar dan entertainer.
Kehidupan Berubah Setelah Soekarno Meninggal
Kehidupan Ratna Sari Dewi berubah drastis setelah Soekarno meninggal dunia pada 21 Juni 1970. Tidak lagi tinggal bersama sang suami, ia kemudian menjalani kehidupan di sejumlah negara.
Ratna Sari Dewi diketahui sempat berpindah-pindah dan tinggal di beberapa negara Eropa, termasuk Swiss dan Prancis. Ia juga pernah menetap di Amerika Serikat.
Perjalanannya kemudian membawa Ratna Sari Dewi kembali ke Jepang. Pada 2008, ia menetap di Shibuya, Tokyo.
Di Jepang, sosoknya justru semakin dikenal luas. Ratna Sari Dewi lebih populer dengan sebutan Dewi Fujin, yang secara harfiah dapat dimaknai sebagai Nyonya Dewi atau Madame Dewi.
Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki kepribadian blak-blakan. Namanya juga cukup sering muncul dalam pemberitaan dan acara televisi Jepang.





