JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) "Love and Hate" di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Adapun JPO tersebut sebelumnya viral di media sosial karena aksesnya tidak terhubung dengan Stasiun LRT Jabodebek Rasuna Said meski letaknya berdampingan.
Setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Pramono memutuskan untuk membongkar JPO tersebut karena beberapa alasan yang salah satunya tidak ramah disabilitas.
BACA JUGA:Pramono Minta Dishub Kaji Rute JakLingko yang Tumpang Tindih dengan Jalur Angkot M44
"Saya sudah memutuskan bahwa yang satu akan kita bongkar. Alasannya adalah karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas," kata Pramono usai pengecekan JPO di lokasi pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Selain itu, JPO Rasuna Said dengan jalur penghubung Stasiun LRT juga beda ketinggian, sehingga berpotensi membahayakan bagi pejalan kaki jika dikoneksiian.
Pramono menerangkan jika JPO Rasuna Said dibangun sekitar awal tahun 90-an, jauh sebelum adanya Stasiun LRT Jabodebek.
Namun karena adanya ego sektoral pada era kepemimmpinan sebelumnya, pembangunan Satsiun LRT Jabodebek, tidak dikoneksikan dengan JPO yang ada.
BACA JUGA:Bantah Tito, Pramono Sebut Hampir Seluruh Biaya Pendidikan di Jakarta Ditanggung Pemprov DKI
"Ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis," ujarnya.
Pramono mengatakan, paling lambat pembongkaran akan dilakukan mulai bulan September dan rampung Oktober 2026.
"Jadi artinya bulan September, paling lambat Oktober selesai," pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan jika pihaknya segera berkomunikasi dengan Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) terkait pembongkaran JPO.
"Nah, nanti setelah kami sampaikan ke BPAD, dari BPAD akan melelang, Pak. Nah, kalau pembongkaran, saya lihat sih tidak begitu lama, mungkin sekitar 2-3 minggu," pungkasnya.





