Harga CPO Naik 0,73 Persen Sepekan

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada perdagangan Jumat (7/8/2026), tetapi masih mencatatkan kenaikan sepanjang pekan

Harga CPO Naik 0,73 Persen Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada perdagangan Jumat (7/8/2026), tetapi masih mencatatkan kenaikan sepanjang pekan di tengah tekanan dari ekspektasi peningkatan stok dan lemahnya permintaan ekspor.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives ditutup turun 0,19 persen menjadi 4.677 ringgit Malaysia per ton pada Jumat.

Baca Juga:
Inflasi China Mendingin pada Juli 2026 usai Gejolak Harga Minyak Mereda

Meski melemah pada perdagangan terakhir pekan ini, kontrak tersebut mencatat kenaikan 0,73 persen sepanjang pekan.

Kinerja tersebut membuat CPO membukukan kenaikan mingguan untuk keempat kalinya dalam lima pekan terakhir.

Baca Juga:
AI, Laser, dan Satelit: Tiga Mata Digital AMMN demi Tambang Lebih Aman

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group Anilkumar Bagani mengatakan, dikutip Reuters, harga CPO berjangka tertekan perkiraan kenaikan persediaan minyak sawit di Malaysia serta lemahnya penjualan ekspor untuk pengiriman mendatang.

Survei Reuters menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan naik ke level tertinggi dalam lima bulan pada Juli. Kondisi tersebut terjadi seiring pertumbuhan produksi yang melampaui permintaan yang masih kuat.

Baca Juga:
Harga Minyak Jatuh 7 Persen Sepekan, Ketidakpastian Selat Hormuz Membayangi

Dewan Minyak Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Board/MPOB) dijadwalkan merilis data permintaan dan pasokan minyak sawit untuk Juli pada 10 Agustus.

Pada hari yang sama, perusahaan survei kargo juga akan mempublikasikan estimasi ekspor minyak sawit untuk periode 1-10 Agustus.

Di tengah tekanan dari sisi pasokan dan ekspor, harga minyak sawit masih mendapatkan dukungan dari penguatan harga minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah melanjutkan penguatan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap akses kapal di Selat Hormuz.

Iran bersama Oman mengusulkan pelarangan kapal yang dianggap bermusuhan melintasi selat tersebut serta pengenaan denda besar bagi kapal yang melanggar aturan yang diusulkan.

Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO, yang merupakan salah satu bahan baku biodiesel, menjadi lebih menarik secara relatif.

Sementara itu, pergerakan harga minyak nabati pesaing juga turut menjadi perhatian pasar. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,21 persen, sedangkan kontrak minyak sawitnya turun 0,39 persen.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga menguat 0,5 persen.

Pergerakan harga CPO umumnya mengikuti tren minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Di sisi lain, nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS relatif tidak berubah. Kondisi tersebut membuat CPO sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Bakal Bongkar JPO Love and Hate di Rasuna Said yang Tak Tersambung ke LRT
• 17 jam laludisway.id
thumb
Era Baru Bioteknologi, AI Kini Mampu Rancang Virus
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemprov Banten Gandeng MPI Jadi Mitra Strategis Kawal Aspirasi Masyarakat
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bos Danantara Bocorkan Soal Streamlining BUMN, 652 Perusahaan Dihapus
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Wellness Tourism Berpotensi Jadi Andalan Baru Pariwisata Indonesia
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.