Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meluncurkan program Pelopor KITA, Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan serta ketertiban berlalu lintas di Jakarta.
"Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem transportasi yang aman, tertib dan berkeselamatan di Provinsi DKI Jakarta," kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Budi Awaluddin di Bundaran HI, Jakarta, Minggu.
Program tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai unsur yang memiliki peran dalam aktivitas transportasi sehari-hari.
Melalui program ini, Dishub DKI Jakarta ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pengguna jalan.
Selain itu, Budi menyebut Pelopor Kita Jakarta merupakan program edukasi keselamatan berlalu lintas yang dirancang melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
"Program Pelopor Kita Jakarta memiliki empat pilar utama. Pilar pertama adalah Pelajar Pelopor yang menyasar generasi muda dan lingkungan pendidikan. Pilar kedua adalah Ojol Pelopor Jakarta yang melibatkan pengemudi ojek online sebagai bagian penting dari ekosistem mobilitas perkotaan," jelas Budi.
Lalu, pilar ketiga awak angkutan umum teladan, dan keempat merupakan kategori khusus yang dapat mencakup unsur lain yang dinilai memiliki kontribusi terhadap keselamatan lalu lintas dan angkutan di Jakarta.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan seremoni pemakaian rompi pelopor kepada enam perwakilan nominasi Pelopor Kita Jakarta.
Menurut Budi, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup besar. Hingga tahap pendaftaran, sebanyak 726 orang telah mendaftarkan diri dan akan mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan predikat sebagai awak atau individu pelopor keselamatan terbaik di Provinsi DKI Jakarta.
"Yang sudah daftar Pak Gubernur, sebanyak 726 orang yang akan kita seleksi menjadi awak-awak terbaik di Provinsi DKI Jakarta," ujar Budi.
Budi berharap seleksi tersebut dapat menghasilkan figur-figur yang bukan hanya memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi lingkungan di sekitarnya.
Lebih lanjut, Budi menyebut, pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan keluarga, pengemudi ojol dapat menjadi contoh dalam berkendara, sementara awak angkutan umum dapat menunjukkan standar pelayanan dan perilaku berlalu lintas yang baik.
Adapun peluncuran Pelopor Kita Jakarta dilakukan bersamaan dengan dua agenda transportasi lainnya, yakni peluncuran Call Center Dishub DKI Jakarta 1500813 dan layanan Transjakarta rute khusus HBKB Ancol.
Baca juga: Call Center 1500813 Dishub DKI layani derek hingga kendaraan jenazah gratis
Baca juga: Dishub DKI: Pengaturan lalin tetap jalan pascakebakaran gedung Bapenda
Baca juga: Transjakarta buka rute khusus CFD Senayan-Ancol, tarif Rp3.500
"Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem transportasi yang aman, tertib dan berkeselamatan di Provinsi DKI Jakarta," kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Budi Awaluddin di Bundaran HI, Jakarta, Minggu.
Program tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai unsur yang memiliki peran dalam aktivitas transportasi sehari-hari.
Melalui program ini, Dishub DKI Jakarta ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pengguna jalan.
Selain itu, Budi menyebut Pelopor Kita Jakarta merupakan program edukasi keselamatan berlalu lintas yang dirancang melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
"Program Pelopor Kita Jakarta memiliki empat pilar utama. Pilar pertama adalah Pelajar Pelopor yang menyasar generasi muda dan lingkungan pendidikan. Pilar kedua adalah Ojol Pelopor Jakarta yang melibatkan pengemudi ojek online sebagai bagian penting dari ekosistem mobilitas perkotaan," jelas Budi.
Lalu, pilar ketiga awak angkutan umum teladan, dan keempat merupakan kategori khusus yang dapat mencakup unsur lain yang dinilai memiliki kontribusi terhadap keselamatan lalu lintas dan angkutan di Jakarta.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan seremoni pemakaian rompi pelopor kepada enam perwakilan nominasi Pelopor Kita Jakarta.
Menurut Budi, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup besar. Hingga tahap pendaftaran, sebanyak 726 orang telah mendaftarkan diri dan akan mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan predikat sebagai awak atau individu pelopor keselamatan terbaik di Provinsi DKI Jakarta.
"Yang sudah daftar Pak Gubernur, sebanyak 726 orang yang akan kita seleksi menjadi awak-awak terbaik di Provinsi DKI Jakarta," ujar Budi.
Budi berharap seleksi tersebut dapat menghasilkan figur-figur yang bukan hanya memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi lingkungan di sekitarnya.
Lebih lanjut, Budi menyebut, pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan keluarga, pengemudi ojol dapat menjadi contoh dalam berkendara, sementara awak angkutan umum dapat menunjukkan standar pelayanan dan perilaku berlalu lintas yang baik.
Adapun peluncuran Pelopor Kita Jakarta dilakukan bersamaan dengan dua agenda transportasi lainnya, yakni peluncuran Call Center Dishub DKI Jakarta 1500813 dan layanan Transjakarta rute khusus HBKB Ancol.
Baca juga: Call Center 1500813 Dishub DKI layani derek hingga kendaraan jenazah gratis
Baca juga: Dishub DKI: Pengaturan lalin tetap jalan pascakebakaran gedung Bapenda
Baca juga: Transjakarta buka rute khusus CFD Senayan-Ancol, tarif Rp3.500





