Cerita Duta Anti-bullying Komnas PA Pernah Speak Up Kasus Pelecehan Anak

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menunjuk lima anak menjadi Duta Anak Anti-bullying. Mereka diangkat dengan berbagai latar belakang mereka, ada yang pernah menyuarakan pelecehan seksual terhadap anak, hingga ada yang pernah menjadi korban perundungan atau bullying.

Kepada detikcom, salah seorang duta yaitu Charissa Putri Candrakirana (Chachahits) (14), atau yang akrab disapa Chacha, menceritakan kehidupan sehari-harinya. Dia mengaku beberapa kali membuat konten yang mengangkat tentang kasus pelecehan seksual.

"Sehari-hari aku yang pastinya pertama ngonten speak up dulu, terus yang kedua aku pastinya karena aku cewek, aku beres-beres rumah kayak jemuran, cucian," kata Chacha ditemui di kantor Komnas PA, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Pemprov Cabut KJP 2 Pelaku Bullying Bocah hingga Kesetrum di Jakpus

"Chacha taunya dari berita-berita yang ada di sosial media. Mungkin kayak yang waktu itu apa sih, MBG, terus pelecehan seksual, terus juga banyak yang minta bantu," sambungnya.

Ibu dari Chacha, Eva Rosalina, menceritakan salah satu kasus pelecehan seksual anak yang diangkat Chacha. Kasus tersebut sempat terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Narasumber ngehubungin saya bilang bahwa di sini juga ada pelecehan seksual, tapi malah didamaikan, katanya didamaikan. Terus saya kulik beritanya, saya cari tahu, bukan di berita ya, itu belum belum naik berita waktu itu. Saya cari tahu, ternyata benar berita itu, oke, saya bilang ke dia, 'Dek, kita harus kerja nih, kerja sama. Kamu membahas di sosial media, nanti Mama yang akan bikin apa sih, narasi narasinya gitu.' Akhirnya dengan cerita si narasumber ini tetangganya si si korban ini, korbannya masih anak kecil SD, jadi bapaknya ini suka memperkosa lah gitu," katanya.

Kasus tersebut, kata Eva, kemudian mendapat perhatian dari media sosial hingga media massa setelah diangkat Chacha. Eva menyebut pelaku akhirnya mendapat hukuman 12 tahun penjara.

"Jadi dia masuk ke sosial medianya alhamdulillah kayak di Facebook, di Instagram, di TikTok gitu, rame nih berita, tersebar dong viral. Nah, termasuk yaitu Detik ngehubungin saya untuk menanyakan gitu. Saya tidak akan membuka narasumber itu. Jadi singkat cerita, karena keviralannya dia mengungkap berita itu dan mem-publish ya foto si pelaku, alhamdulillah ketangkap dan sekarang penjara nya 12 tahun," katanya.

Chacha merasa lega setelah pelaku tersebut dihukum. Dia mengaku senang bisa membantu korban.

"Pastinya perasaan Chacha seneng banget, Chacha bisa membantu ya gak gak banyak lah, minimal satu orang, Chacha bisa membantu satu orang untuk menjerumuskan si pelaku ke penjara dan membuat si korban tuh apa namanya, lega gitu hidupnya," ungkap Chacha.

Dengan diangkat menjadi Duta Anak Anti-bullying, Chacha berharap dirinya bisa mengangkat korban-korban bullying. Dia juga berharap bisa berinteraksi dengan para korban.

"Pastinya Chacha bakal lebih sering meng-speak up korban-korban bullying, pelecehan seksual, dan Chacha mungkin banyak apa, berinteraksi lah dengan korban-korban tersebut gitu," kata dia.

Selain Chacha, ada juga influencer cilik bernama Malik Arrazy (10) yang diangkat menjadi Duta Anak Anti-bullying. Malik mengaku sempat menjadi korban bullying saat bersekolah di sekolah sebelumnya.

"Jadi kronologinya awalnya aku tuh sekolah di sebuah sekolah. Nah, habis itu kan, sebenarnya aku di sekolah itu udah banyak banget kena bully. Bully verbal dan yang paling parah, bully fisik," ungkap Malik.

Malik kemudian pindah sekolah setelah dia dibully di sekolah sebelumnya. Di sekolahnya kini, dia kemudian tak lagi dibully hingga akhirnya meraih sejumlah prestasi.

"Karena aku sama orang tua aku enggak bisa mentolerir lagi, jadinya orang tua aku juga udah ngomong ke pihak sekolah. Tapi karena pihak sekolahnya mungkin terlalu menyepelekan, jadinya orang tua aku memutuskan untuk pindah sekolah. Dan alhamdulillahnya, di sekolah baru ini aku memiliki teman yang baik, enggak ada pembulian, dan juga jadinya aku bisa meraih prestasi yang lebih lanjut di sekolah ini," ungkapnya.

Salah satu prestasi yang dia dapat adalah dirinya pernah meraih juara 1 lomba cerdas cermat untuk dokter kecil tingkat nasional. Kemenangannya tersebut membuatnya bisa mendapat beasiswa kedokteran.

"Aku sudah mendapatkan beasiswa Fakultas Kedokteran di UPI Bandung. Itu pas tahun 2025. Karena aku berhasil memenangkan juara 1. Sebenarnya 1, 2, 3 pun sama aja dapat beasiswa. Tapi aku karena aku dapat juara 1, jadinya aku bisa mendapatkan beasiswa kedokteran juga," katanya.

Malik berharap di masa mendatang dia bisa menjadi seorang insinyur (engineer) hingga menjadi seorang dokter. Dia berharap bisa menggapai mimpinya itu di masa mendatang.

"Target aku sekarang adalah aku pengin jadi dokter dan ataupun engineer. Dan juga aku juga pastinya juga pengin jadi artis. Dan semoga aja aku bisa mengejar semua impian aku," imbuhnya.

Baca juga: Hari Anak Nasional, Komnas Anak Soroti Fenomena Bullying Sejak Kelas 1 SD

Sebelumnya, Komnas Anak DKI Jakarta menobatkan lima anak sebagai Duta Anak Anti-bullying. Kelima anak yang diangkat menjadi duta adalah penyanyi cilik Farel Prayoga, penyanyi cilik Annisa Dalimunthe, influencer cilik Malik Arrazy, influencer cilik Charissa Putri Candrakirana (Chachahits), serta influencer disabilitas cilik Faisal Hamudi.

"Hari ini di perayaan Hari Anak Nasional 2026 diadakan acara diskusi anak dengan tema 'Berteman Aman Tanpa Bullying', sekaligus penobatan Duta Anak Anti-bullying. Diharapkan anak-anak yang berprestasi di bidangnya masing-masing ini bisa menjadi inspirasi buat anak-anak lain, menebar kebaikan, serta membantu menyuarakan tentang bahaya bullying supaya bisa membangun kesadaran (awareness)," kata Ketua Komnas Anak DKI Jakarta Cornelia Agatha di kantor Komnas Anak, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026).

"Tentunya kami juga sudah mengenal cukup lama bahwa mereka memiliki karakter yang menurut kami mampu menginspirasi anak-anak lain. Mereka terus berprestasi sampai hari ini, dan itu menurut kami adalah modal yang kuat bagi anak-anak untuk menjadi panutan (role model) sebagai Duta Anak Anti-bullying," imbuhnya.




(azh/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Akan Ekshumasi Jenazah Sutrimo Usai Terima Laporan Keluarga
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Veloz HEV Tembus 16 Ribu SPK, Toyota Buka Peluang Hadirkan Avanza Hybrid
• 29 menit lalukumparan.com
thumb
Sebelum Jadi Pedagang Piscok, Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Pernah Jadi Tukang Pemotong Daging
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan Keluarga Sutrimo Lapor Polisi, Singgung soal Ada Kabar Simpang Siur
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Sita Dokumen dan Barang Elektronik dari 3 Lokasi di Bengkulu
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.