Tak Disangka! Selain Tukang Piscok, Pemutilasi Depok Pernah Jadi Guru Matematika Hingga Ikut Kompetisi Dangdut di TV

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Depok, VIVA – Di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Depok, polisi mengungkap sisi lain dari sosok Saepul alias Saepullah (26).

Tersangka ternyata memiliki pengalaman pekerjaan yang cukup beragam. Saepul bukan hanya pernah bekerja sebagai pemotong daging, dan jadi tukang goreng pisang cokelat (piscok) di kawasan Stasiun Pondok Cina (Pocin), Saepul juga mengaku pernah mengajar matematika di sebuah sekolah menengah pertama (SMP).

Baca Juga :
Tak Hanya Aktif di Grup Gay, Unggahan Cinta Terlarang Saepul Pelaku Mutilasi Pria di Depok Jadi Sorotan Netizen
Polisi Segera Ekshumasi Jasad Sutrimo, Apa Itu dan Mengapa Dilakukan?

Kepala Unit 1 Subdirektorat Reserse Mobile Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Dimitri Mahendara mengatakan, informasi tersebut didapat penyidik dari hasil pemeriksaan terhadap Saepul.

"Dia mengaku pernah bekerja sebagai koki di sebuah restoran (bagian pemotong daging) dan juga sempat berprofesi menjadi guru matematika di sekolah menengah pertama," ujarnya, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.

Riwayat Saepul ternyata tak berhenti di dunia kuliner dan pendidikan. Penyidik juga mendapatkan pengakuan bahwa pelaku yang diduga gay ini pernah mencoba tampil dalam acara musik dangdut di televisi.

"Pelaku juga mengaku sempat ikut event musik dangdut di salah satu siaran televisi," kata dia.

Sebelumnya, polisi mengungkap Saepul diduga membunuh pria bernama Kunaefi (51) sebelum memutilasi jasad korban untuk menghilangkan jejak.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, pelaku dan korban diketahui berkenalan melalui media sosial, kemudian sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.

Pertemuan itu diduga berujung cekcok. Pelaku kemudian menusuk perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau sebelum memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha.

Setelah itu, jasad korban dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara potongan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.

Saepul sendiri ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Pandeglang, Banten, pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, saat diduga hendak melarikan diri.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pembunuhan sekaligus melengkapi alat bukti dalam perkara tersebut.

Baca Juga :
Mau Berhubungan tapi Ditolak, Eks Tukang Piscok Pocin Emosi hingga Tusuk dan Mutilasi Korban
Eks Tukang Piscok Pocin Jual PCX Korban Mutilasi Depok Cuma Rp9,9 Juta, Uangnya Habis untuk Kebutuhan Harian
Sebut Pelaku Mutilasi Depok Punya Basic Tukang Daging, Polisi: Saepul Tunggu Darah Korban Habis, Baru Potong Jasad

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Luncurkan Call Center Transportasi, Pramono Sorot Kendala Pengantaran Jenazah di Jakarta
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Seskab Teddy Dorong Anak Putus Sekolah Kembali Belajar dan Berani Bermimpi Besar di Sekolah Rakyat
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Tinjau Jembatan di Aceh, Gibran Tekankan Pembangunan Tak Sekadar Cepat tapi Berkualitas
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Takaichi Kembali Tak Sebut AS dalam Peringatan Bom Atom Nagasaki
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pertamina Patra Niaga Pasok Layanan Avtur Untuk Raksasa Emirates A380
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.