Air Sungai Cihaur Bandung Barat Berubah Merah, Berbusa dan Bau Busuk

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Aliran Sungai Cihaur, di Kampung Pangkalan, RT 03/13, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berwarna berwarna merah, dipenuhi busa, serta mengeluarkan bau busuk menyengat. Kondisi itu diduga tercemar limbah industri.

Limbah cair tampak mengalir dari sebuah saluran pembuangan berukuran besar yang berada tepat di sisi sungai yang merupakan bagian dari daerah aliran sungai (DAS) Citarum itu. Aliran tersebut kemudian masuk ke badan sungai yang bermuara ke Waduk Saguling.

Baca Juga
  • Titik Terang Pembangunan Hunian Tetap untuk Penyintas Korban Longsor Maut di Bandung Barat
  • Pesan Khusus Raffi Ahmad untuk Bupati Bandung Barat
  • Riwayat Salju Batu Kapur di Bandung Barat yang Bikin KDM Turun Tangan
Cairan berwarna merah terlihat mengalir cukup deras dari saluran yang tertanam di bawah tanah. Tak hanya membawa perubahan warna air, aliran tersebut juga menghasilkan busa dan aroma tidak sedap. Warga menyebut limbah yang masuk ke Sungai Cihaur terkadang memiliki suhu cukup panas hingga menimbulkan kepulan seperti asap. 

Didin (50), salah seorang petani mengatakan, pencemaran yang sudah berlangsung puluhan tahun itu berdampak terhadap kehidupan di sungai. Populasi ikan disebut terus berkurang dan warga semakin kesulitan memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan pertanian.

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Sudah lama kondisi limbah masuk sini, hampir 25 tahun terakhir. Beberapa kali ditinjau petugas Satgas, lalu lokasi pembuangannya dipindahkan. Setelah itu, sekarang kembali seperti ini, berbusa," tutur Didin, Jumat (7/8/2026).

Didin mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber limbah tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di tengah warga, limbah diduga berasal dari aktivitas industri pencelupan kain.

Menurut dia, karakteristik air sungai yang tercemar juga kerap berubah. Selain merah, air terkadang berwarna hitam maupun putih.

"Dari dulu warna airnya tidak berubah, cuma kadang merah, hitam, dan putih. Beberapa tahun lalu bahkan sempat mengeluarkan asap," ujarnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kerugian Negara Kasus PT Timah Dikoreksi MA
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Jizhou Perkaya Wisata Musim Panas dengan Aktivitas Air untuk Menarik Wisatawan
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Gedung Bapenda DKI Terbakar, Pramono Pastikan Layanan Pajak Tetap Normal
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Yayasan sekolah di Jaksel minta perlindungan KPAI soal temuan senjata
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Jalan Diblockir Warga, Pengunjung Air Panas Semangat Gunung Dipukuli dan Ditikam
• 3 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.